Rasa Tradisi dalam Gigitan, Kisah Jaje Bendu Jembrana
- 04 Jun 2026 17:01 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID. Denpasar- Jaje Bendu adalah kue tradisional khas Jembarana Bali Barat, yang sudah ada sejak zaman kerajaan. Bentuknya sederhana,tapi rasanya manis legit,kenyal dan aromanya khas karena dibungkus daun pisang. Dulu jaje ini jadi suguhan wajib saat upacara adat,pertemuan keluarga dan hingga kini Jaje Bendu masih menjadi ikon kuliner Jembrana.Satu gigitan saja rasanya langsung terasa.
Jaje Bendu bukan sekedar kue,bagi warga Jembrana ini adalah warisan rasa yang turun temurun sejak era kerajaan Jembrana.Kue ini dibuat dari bahan sederhana tepung ketan,guloa merah,santan dan sejumput garam.Tapi rahasainya ada pada proses.Adonan dibungkus daun pisang lalu dikukus sampa keluar aroma yang khas.Sekali gigit kita akan merasakan 3 rasa sekaligus manis legit dari gula merah,gurih santan dan wangi daun pisang.
Salah seorang penjual Jaje Bendu asal Jembrana Kadek Ari mengatakan dalam seminggu membuat jaje bendu kurang lebih 2 x untuk memvariasikan menu jualan jajanan Bali setiap harinya. Menurutnya membuat jaje bendu sangat mudah siapkan tepung beras ketan dan campur dengan kelapa parut,adon dengan air sampai lembut dan isi sedikit garam.Kemudian panggang atau disangrai dengan menggunakan adonan khusus. Cara memanggang pun harus menggunakan teknik khusus agar lapisannya tipis.Untuk isi jaje bendu,unti manis kelapa.Kalau dadar gulung bisa diisi dengan unti kelapa dan kacang ijo,tetapi jaje bendu hanya unti kelapa saja;
Dalam membuat jaje bendu takaran harus pas saar membuat adonan bendu.Sementara cara menggulungnya sama dengan dadsr gulung.Daun pisang pilih yang bagus untuk membungkus jaje bendu agar tetap kering atau tidak lembek. Selain terlihat rapi,aroma daun pisang membuat jaje bendu terasa lebih nikmat,Namun jaje bendu tidal tahan lama hanya bertahan selama satu hari saja. Jaje bendu sangat cocok dihidangkan dengan kopi atau teh.
Jaje Bendu adalah bukti kalau makanan sederhana bisa jadi identitas.Ia menyatukan rasa manis gula merah,gurih kelapa parut dan kenangan.Semoga tradisi membuat jaje bend uterus hidup ,agar generasi selanjutnya bisa merasakan hangatnya dan bisa menghaargai proses karena dengan membuat jaje bendu mengajarkan kita kesabaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....