Mustikarasa Ini Sejarah dan Isinya

  • 11 Jun 2026 09:15 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID., Denpasar : Buku resep masakan merupakan buku yang sering dicari para pecinta kuliner. Terutama yang suka dengan dunia masak-memasak. Biasanya buku resep ini dijadikan panduan untuk membuat makanan terlebih lagi makanan ini belum pernah dibuat. Pada zaman sekarang ini sangat mudah untuk menemukan buku resep masakan dengan berbagai versi.

Di era kepemimpinan Presiden Soekarno ternyata sudah ada yang membuat buku resep masakan ini. Buku resep masakan ini berjudul Mustikarasa. Dilansir dari berbgai sumber, Mustikarasa adalah buku dokumentasi resep masakan Nusantara terlengkap setebal lebih dari 1.100 halaman. Buku ini diprakarsai oleh Presiden Soekarno. Buku ini sering dijuluki sebagai kitab suci atau alkitab kuliner Indonesia karena merangkum kekayaan rasa dari Sabang sampai Merauke.

Menurut sejarahnya penulisan buku Mustikarasa telah dimulai sejak tahun 1964 atas gagasan Presiden Soekarno, Ini dikarenakan Presiden Soekarno melihat makanan ini sebagai instrumen penting bagi pembangunan bangsa dan kedaulatan pangan nasional. Proyek pengumpulan resep ini dikerjakan dengan bantuan salah seorang istri Bung Karno, yaitu Hartini. Guna melengkapi resep yang ada di buku ini dilakukan oleh tim dengan cara mengumpulkan resep dari berbagai pelosok daerah melalui korespondensi surat, telepon, hingga kartu. Buku ini resmi diterbitkan pada tahun 1967 oleh Departemen Pertanian setelah melewati masa pelik pasca-peristiwa G30S.

Mustikarasa ini memuat lebih dari 1.600 Resep. Resep yang termuat dalam buku ini adalah ribuan resep hidangan autentik tradisional Indonesia. Buku ini tergolong lengkap karena mengelompokkan berbagai macam resep mulai dari makanan utama (seperti ragam olahan nasi, jagung, sagu, tiwul), lauk-pauk (basah, kering, gorengan, bakar), sayur-mayur, sambal, hingga jajanan pasar dan minuman tradisional. Buku ini bukanlah sekedar buku masak, tetapi buku ini membahas ilmu gizi, panduan tata dapur yang baik, serta istilah-istilah rasa. Buku ini juga menyimpan dokumentasi Inklusif yang menyajikan apa adanya realita kuliner masyarakat pada saat itu, termasuk mencatat beberapa resep daerah berbahan non-halal (seperti daging babi dan darah).

Mustikarasa ini bukan hanya sekadar arsip kuliner biasa. Buku ini merupakan manifestasi dari konsep politik pangan dan strategi kedaulatan pangan nasional. Di dalamnya, Bung Karno berupaya mengangkat dan mempromosikan bahan pangan lokal non-beras, seperti singkong, ubi, jagung, dan sagu sebagai pilar ketahanan pangan agar bangsa Indonesia tidak bergantung pada komoditas impor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....