Apa Saja Persiapan sebelum Olahraga Dilakukan?

  • 02 Sep 2026 08:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, DENPASAR — Giat berolahraga kini memberikan manfaat besar bagi Kesehatan tubuh. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah keselamatan saat melakukan gerakan olahraga, juga perlu diperhatikan.

Dokter Spesialis Ortopedi di Rumah Sakit Prima Medika, dr. I Putu Sandhy Kumara, M.Kes, Sp.OT, mengungkapkan, salah satu hal yang kerap menjadi penyebab cedera olahraga adalah persiapan sebelum melakukan olahraga yang kurang baik.

Seseorang terkadang tetap memaksakan diri berolahraga meskipun kondisi tubuh sebenarnya tidak siap. Misalnya, kurang tidur atau kurang istirahat tetapi tetap pergi ke gym karena sudah memiliki jadwal latihan.

Ia menyampaikan saat ini banyak orang memiliki keinginan untuk tidak menyia-nyiakan biaya keanggotaan gym, sehingga melakukan gerakan olahraga semaksimal mungkin dan mengabaikan kondisi tubuh. Padahal, ketika vitalitas tubuh sedang tidak optimal, memaksakan aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko cedera.

Kondisi tersebut dapat berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius, terutama ketika aktivitas olahraga dilakukan dengan tekanan dan intensitas yang tinggi. Karena itu, penting bagi seseorang untuk mengenali kondisi tubuh sebelum berolahraga. Tubuh harus menjadi “acuan” utama dalam menentukan apakah olahraga dapat dilakukan, dikurangi intensitasnya, atau justru perlu ditunda.

Selain kondisi tubuh, perlengkapan olahraga juga tidak boleh diabaikan. Beberapa jenis olahraga membutuhkan perlindungan khusus untuk mengurangi risiko cedera. Pesepeda, misalnya, perlu menggunakan helm. Olahraga tertentu juga membutuhkan pelindung pada bagian tubuh yang rentan mengalami benturan atau cedera.

Mengabaikan perlengkapan keselamatan dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera yang sebenarnya bisa dicegah.

Dengan demikian, persiapan olahraga bukan hanya soal melakukan pemanasan atau menentukan menu latihan. Persiapan juga mencakup memastikan tubuh dalam kondisi siap, memilih latihan yang sesuai, serta menggunakan perlengkapan keselamatan yang dibutuhkan.

Siapa pun yang melakukan aktivitas olahraga dapat mengalaminya apabila latihan dilakukan secara tidak tepat. Bahkan orang yang sudah terbiasa berolahraga sekalipun tidak otomatis terbebas dari risiko," terang dokter Sandhy pasa Sabtu 29 Agustus 2026.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti seseorang yang berkendara. Memiliki pengalaman dan kemampuan berkendara bukan berarti seseorang sepenuhnya terbebas dari risiko kecelakaan.

Begitu pula dengan olahraga. Kemampuan dan pengalaman tetap harus diimbangi dengan teknik yang benar, persiapan yang baik, serta intensitas latihan yang sesuai.

“Kalau semuanya tidak dilakukan secara benar dan terukur, di sanalah potensial dari cedera olahraga itu akan terjadi,” jelasnya.

Ia pun menyoroti tentang perkembangan tren olahraga di masyarakat memang menjadi hal positif. Semakin banyak orang tertarik bergerak dan menjaga kebugaran tubuh. Namun, tren juga dapat menjadi masalah ketika seseorang hanya mengikuti aktivitas yang dilakukan orang lain tanpa mempertimbangkan kemampuan dirinya sendiri.

Mengenali kemampuan tubuh, menentukan tujuan, memilih jenis olahraga yang sesuai, mempersiapkan kondisi fisik, serta melakukan latihan secara bertahap menjadi bagian penting untuk mendapatkan manfaat olahraga tanpa mengabaikan risikonya.

Sehingga, perlu diingat sebelum mulai berlari, mengangkat beban, bermain futsal, bersepeda, atau mengikuti olahraga lainnya, kenali terlebih dahulu kondisi tubuh sendiri. Jangan sampai keinginan untuk menjadi lebih sehat justru berujung pada cedera karena olahraga dilakukan tanpa persiapan dan perhitungan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....