Olahraga Itu Penting, Jangan Asal Bergerak dan Kenali Risiko Cederanya
- 02 Sep 2026 08:26 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, DENPASAR — Masyarakat kini semakin aktif berolahraga. Mulai dari bersepeda, berlari, pergi ke gym, mengikuti kelas pilates dan yoga, hingga olahraga dengan intensitas tinggi. Tren hidup aktif ini tentu menjadi hal positif karena olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Namun, di balik manfaat tersebut, olahraga juga memiliki risiko apabila dilakukan secara berlebihan, tidak terukur, atau tidak disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Dokter Spesialis Ortopedi di Rumah Sakit Prima Medika, dr. I Putu Sandhy Kumara, M.Kes, Sp.OT, menyatakan bahwa olahraga memiliki posisi yang sama pentingnya dengan kebutuhan makan dan minum sehari-hari. Menariknya adalah olahraga tidak boleh dipandang sebagai aktivitas tambahan yang hanya dilakukan ketika seseorang memiliki waktu luang. Aktivitas fisik justru merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan vitalitas tubuh secara keseluruhan.
| Baca juga: Penularan Hepatitis karena Alat Makan Kotor |
“Olahraga merupakan suatu hal yang harus kita lakukan sebagai makhluk yang bergerak untuk mendapatkan kesehatan atau kondisi fisik yang optimal,” jelasnya.
Meski demikian, olahraga tetap memiliki “porsi”. Sama seperti makan dan tidur yang memiliki kebutuhan masing-masing, olahraga juga harus dilakukan secara terukur.
Melakukan olahraga secara berlebihan atau membabi buta justru dapat memberikan dampak negatif. Olahraga seolah-olah akan memperoleh tubuh yang lebih sehat, seseorang justru dapat mengalami kelelahan hingga cedera.
Menurut dokter Sandhy, jenis olahraga saat ini sangat beragam. Ada olahraga yang berfokus pada daya tahan tubuh dan jantung seperti lari dan bersepeda, latihan kekuatan seperti angkat beban di gym, hingga olahraga yang menekankan fleksibilitas dan keseimbangan seperti yoga dan pilates.
Namun, yang menjadi catatan adalah tidak semua jenis olahraga cocok untuk setiap orang. Hal ini dikarenakan bahwa olahraga bersifat individual. Sebelum melakukan gerakan olahraga, seseorang perlu mempertimbangkan kondisi tubuh, kemampuan, kenyamanan, serta jenis olahraga yang disukai.
“Kalau memang olahraga itu tidak nyaman dan kita tidak suka, tentu tidak akan bisa dilakukan secara intensif dan dengan frekuensi yang pas,” ujarnya saat diwawancara oleh RRI.CO.ID pada Sabtu 29 Agustus 2026.
Selain jenis olahraga, tujuan berolahraga juga perlu diperhatikan. Olahraga untuk rekreasi tentu memiliki pola latihan yang berbeda dengan olahraga untuk mencapai prestasi. Perbedaan tujuan tersebut akan menentukan intensitas, frekuensi, menu latihan, hingga model latihan yang diberikan. Penyesuaian ini penting untuk memperoleh hasil optimal sekaligus mengurangi risiko cedera.
Selain kondisi tubuh, perlengkapan olahraga juga tidak boleh diabaikan. Beberapa jenis olahraga membutuhkan perlindungan khusus untuk mengurangi risiko cedera.
Pesepeda, misalnya, perlu menggunakan helm. Olahraga tertentu juga membutuhkan pelindung pada bagian tubuh yang rentan mengalami benturan atau cedera. Mengabaikan perlengkapan keselamatan dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera yang sebenarnya bisa dicegah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....