Cegah Sejumlah Jenis Kanker, Anak Laki-laki di Bali dapat Imunisasi HPV

  • 24 Agt 2026 09:32 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Anak laki-laki kelas V SD di Bali mulai mendapatkan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) sejak Agustus 2026. Imunisasi diberikan untuk mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan sejumlah penyakit, termasuk kanker pada laki-laki.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes., mengatakan HPV dapat menyebabkan kanker anus, kanker penis, kanker orofaring, serta kutil kelamin pada laki-laki. Menurutnya, imunisasi menjadi langkah pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

“Kalau pada anak laki-laki itu menyebabkan kanker anus, kanker penis, kanker orofaring dan kutil kelamin. Dan inilah yang kita cegah dengan pemberian imunisasi HPV atau imunisasi Human Papillomavirus ini,” ujar dr. Raka Susanti.

Pemberian imunisasi HPV kepada anak perempuan di Bali telah dilakukan sejak 2023. Pada 2026, program tersebut diperluas kepada anak laki-laki karena HPV juga dapat menyebabkan penyakit pada laki-laki.

“Jadi kanker yang disebabkan oleh HPV ini adalah satu-satunya kanker yang sudah ada imunisasi atau sudah ada pencegahannya dalam bentuk imunisasi,” jelasnya.

Bali menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk memulai pemberian imunisasi HPV kepada anak laki-laki karena capaian imunisasi HPV pada anak perempuan dinilai tinggi. Pada 2025, capaian imunisasi HPV anak perempuan di Bali disebut termasuk yang tertinggi dibandingkan provinsi lain.

“Jadi ini merupakan salah satu juga dari Kementerian Kesehatan kenapa memilih Bali untuk memulai pemberian imunisasi HPV pada anak laki-laki di 2026,” katanya.

Pelaksanaan imunisasi dilakukan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan Puskesmas mendatangi sekolah sesuai jadwal yang disepakati bersama dinas pendidikan dan pihak sekolah. Sebelum imunisasi diberikan, petugas kesehatan memeriksa kondisi anak, termasuk menanyakan apakah anak sedang demam atau memiliki riwayat penyakit.

Dinas Kesehatan Bali juga memberikan edukasi kepada orang tua karena terdapat kekhawatiran mengenai imunisasi HPV. Edukasi dilakukan bersama sekolah untuk memberikan informasi mengenai manfaat imunisasi dan menjawab keraguan orang tua.

“Walaupun mungkin ada beberapa orang tua yang ragu anaknya untuk diberikan imunisasi, tapi kita tetap melakukan edukasi informasi kepada orang tua pentingnya imunisasi HPV ini,” ujar dr. Raka.

Berdasarkan data pemberian imunisasi HPV kepada anak perempuan sebelumnya, efek samping yang ditemukan tergolong minimal. Keluhan yang dapat muncul antara lain nyeri di lokasi suntikan dan demam ringan, sementara kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius tidak ditemukan hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.

“Untuk efek samping atau yang disebut dengan kejadian ikutan pasca imunisasi sesuai dengan data pada pemberian HPV pada anak perempuan itu sangat minimal sekali,” jelasnya.

Pelaksanaan imunisasi anak laki-laki dimulai pada Agustus dan sebagian daerah melanjutkan pemberian pada September 2026. Dinas Kesehatan Bali berharap orang tua mendukung imunisasi HPV sebagai upaya melindungi anak dari penyakit akibat infeksi HPV sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....