Jahe Merah Kaya Senyawa Bioaktif, Ini Manfaatnya bagi Tubuh
- 08 Sep 2026 08:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Jahe merah menjadi salah satu rempah yang banyak digunakan masyarakat Indonesia, terutama sebagai bahan minuman hangat. Dibandingkan jenis jahe lainnya, jahe merah dikenal memiliki aroma lebih kuat, rasa pedas lebih tajam, serta sensasi hangat yang khas.
Di balik karakter tersebut, jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) mengandung sejumlah senyawa bioaktif, antara lain gingerol dan shogaol. Kandungan tersebut membuat jahe merah tidak hanya menarik sebagai bahan pangan, tetapi juga banyak diteliti karena potensinya terhadap kesehatan.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis meneliti penyerapan senyawa 10-gingerol dan 6-shogaol pada manusia setelah mengonsumsi suspensi jahe merah. Penelitian terhadap 19 orang dewasa sehat tersebut menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut dapat terdeteksi dalam plasma setelah konsumsi jahe merah.
Jahe merah merupakan salah satu varietas jahe yang secara botani dikenal sebagai Zingiber officinale var. rubrum. Rimpangnya cenderung berukuran lebih kecil dibandingkan jahe gajah, dengan kulit berwarna kemerahan hingga merah kecokelatan.
Bagian dalam rimpang dapat berwarna kekuningan hingga kemerahan. Aroma yang kuat dan rasa pedasnya membuat jahe merah banyak digunakan sebagai bahan minuman tradisional maupun campuran berbagai olahan pangan.
Tinjauan ilmiah mengenai jahe merah yang diterbitkan di jurnal Molecules menyebutkan bahwa tanaman tersebut memiliki beragam komponen kimia, termasuk vanilloid, monoterpen, seskuiterpen, flavonoid, serta sejumlah senyawa lainnya. Salah satu daya tarik jahe merah adalah kandungan senyawa bioaktifnya. Gingerol dan shogaol merupakan kelompok senyawa yang berkontribusi terhadap rasa pedas dan karakter khas jahe.
Sejumlah penelitian juga telah mengevaluasi hubungan konsumsi jahe dengan berbagai aspek kesehatan. Tinjauan sistematis terhadap 109 uji klinis teracak menemukan bahwa bukti manfaat jahe paling konsisten antara lain berkaitan dengan mual dan muntah, sementara hasil penelitian untuk sejumlah manfaat lainnya masih bervariasi. Penelitian lain yang merangkum berbagai meta-analisis hingga 2025 juga melaporkan adanya bukti mengenai aktivitas antiinflamasi jahe, meski hasil penelitian perlu dipahami sesuai jenis intervensi, dosis, dan kondisi yang diteliti. Karena itu, jahe merah lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan dan sumber senyawa bioaktif, bukan sebagai obat tunggal untuk mengatasi penyakit tertentu.
Jahe merah dapat diolah menjadi minuman sederhana. Rimpang dapat dicuci, kemudian diiris atau dimemarkan sebelum direbus bersama air hingga aroma dan rasanya keluar. Untuk memperkaya cita rasa, jahe merah dapat dipadukan dengan serai, kayu manis, cengkih, kapulaga, atau perasan jeruk nipis. Kombinasi tersebut dapat menghasilkan minuman dengan aroma dan rasa yang lebih beragam.Bagi masyarakat yang menyukai rasa manis, gula atau madu dapat ditambahkan sesuai selera. Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen dari total energi harian. Pengurangan hingga kurang dari 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan. Gula bebas juga mencakup gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman serta gula alami yang terdapat dalam madu dan sirup.
| Baca juga: Manfaat Buah Pare bagi Kesehatan |
Selain dibuat menjadi minuman, jahe merah dapat digunakan sebagai bumbu masakan. Aromanya yang kuat dapat membantu memberikan cita rasa pada hidangan berkuah, tumisan, olahan daging, maupun makanan berbumbu lainnya.
Penggunaan jahe merah sebagai bumbu juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang kurang menyukai minuman jahe. Dengan demikian, rempah tersebut tetap dapat dimanfaatkan dalam menu sehari-hari tanpa harus selalu dikonsumsi dalam bentuk minuman.
Meskipun memiliki berbagai senyawa bioaktif yang menarik untuk diteliti, konsumsi jahe merah sebaiknya tetap dilakukan secara wajar sebagai bagian dari pola makan yang beragam.
Bukti ilmiah mengenai jahe memang menunjukkan sejumlah potensi kesehatan, tetapi tidak semua manfaat memiliki tingkat bukti yang sama. Hasil penelitian juga dapat berbeda bergantung pada bentuk jahe yang digunakan, jumlah konsumsi, lama pemberian, serta kondisi kesehatan orang yang diteliti.
Dengan pengolahan yang tepat, jahe merah dapat menjadi salah satu pilihan rempah untuk memperkaya cita rasa sekaligus menambah variasi bahan pangan dalam menu sehari-hari. Kuncinya adalah mengonsumsinya secara seimbang dan tidak menjadikan jahe merah sebagai pengganti pengobatan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....