Dinkes Bali Pastikan Efek Samping Imunisasi HPV Anak Laki-laki Minim

  • 26 Agt 2026 10:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) mulai diberikan kepada anak laki-laki kelas V sekolah dasar di Bali sejak Agustus 2026. Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan pemberian imunisasi dilakukan sesuai prosedur dan efek samping yang muncul tergolong ringan.

Imunisasi HPV diberikan untuk mencegah infeksi Human Papillomavirus yang dapat menyebabkan sejumlah penyakit, termasuk kanker anus, kanker penis, kanker orofaring, serta kutil kelamin pada laki-laki. Pemberian imunisasi kepada anak laki-laki menjadi perluasan program HPV yang sebelumnya telah diberikan kepada anak perempuan di Bali sejak 2023.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes., mengatakan pengalaman pemberian imunisasi HPV kepada anak perempuan menjadi gambaran mengenai efek samping yang dapat muncul.

Menurutnya, keluhan yang ditemukan berupa nyeri di lokasi suntikan dan demam ringan. Namun, jumlah kejadian tersebut sangat sedikit.

“Untuk efek samping atau yang disebut dengan kejadian ikutan pasca imunisasi sesuai dengan data pada pemberian HPV pada anak perempuan itu sangat minimal sekali. Jadi seperti biasa kalau kejadian ikutan pasca imunisasi setelah pemberian imunisasi biasanya nyeri di tempat suntikan, kemudian demam ringan,” ujar dr. Raka Susanti.

Dr. Raka Susanti menegaskan, keluhan tersebut tidak sampai menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius. Berdasarkan pengalaman pemberian imunisasi HPV sebelumnya, tidak ditemukan kasus yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

“Dan itu juga jumlahnya sangat-sangat sedikit dan tidak sampai terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi secara serius sampai dirawat di rumah sakit. Jadi ini sangat aman diberikan,” jelasnya.

Untuk memastikan keamanan pemberian imunisasi kepada anak laki-laki, petugas Puskesmas terlebih dahulu memeriksa kondisi kesehatan anak sebelum imunisasi. Pemeriksaan dilakukan dengan menanyakan kondisi anak, termasuk apakah sedang mengalami demam atau memiliki riwayat penyakit tertentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....