Apa Itu Whey Protein? Kenali Manfaat dan Cara Konsumsinya

  • 05 Agt 2026 08:40 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Whey protein semakin dikenal sebagai salah satu suplemen yang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian. Tidak hanya dikonsumsi atlet dan penggemar kebugaran, produk berbahan dasar susu ini kini juga banyak dimanfaatkan masyarakat umum yang membutuhkan asupan protein tambahan untuk mendukung pola makan sehat.

Whey protein merupakan protein yang berasal dari cairan whey, yaitu bagian susu yang terpisah saat proses pembuatan keju. Cairan tersebut kemudian melalui proses penyaringan dan pengeringan hingga menjadi bubuk dengan kandungan protein tinggi. Karena berasal dari susu, whey protein mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh dan tidak dapat diproduksi sendiri.

Menurut International Society of Sports Nutrition (ISSN), protein memiliki peran penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk enzim dan hormon, menjaga fungsi sistem imun, serta mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan massa otot. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan protein setiap hari menjadi bagian penting dari pola makan bergizi seimbang.

Whey protein dikenal sebagai protein berkualitas tinggi karena mengandung seluruh asam amino esensial, termasuk kelompok branched-chain amino acids (BCAA) seperti leusin, isoleusin, dan valin. Leusin memiliki peran penting dalam merangsang sintesis protein otot, terutama setelah aktivitas fisik.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients, konsumsi protein, termasuk whey protein, setelah latihan resistensi dapat membantu meningkatkan sintesis protein otot apabila dikombinasikan dengan latihan yang teratur dan asupan energi yang cukup. Namun, manfaat tersebut tidak hanya bergantung pada suplemen, melainkan juga pola makan dan aktivitas fisik secara keseluruhan.

Secara umum, satu sajian whey protein sebanyak sekitar 30 gram mengandung 20–25 gram protein, energi sekitar 110–130 kilokalori, serta sejumlah mineral seperti kalsium, fosfor, dan kalium. Kandungan tersebut dapat berbeda bergantung pada jenis dan merek produk.

Di pasaran, terdapat tiga jenis utama whey protein, yaitu whey protein concentrate (WPC) yang mengandung sekitar 70–80 persen protein, whey protein isolate (WPI) dengan kadar protein mencapai lebih dari 90 persen serta kandungan laktosa yang lebih rendah, dan whey protein hydrolysate (WPH) yang telah melalui proses hidrolisis sehingga lebih mudah dicerna.

Menurut Cleveland Clinic, whey protein dapat menjadi pilihan praktis bagi orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan protein dari makanan sehari-hari. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa suplemen protein bukan pengganti makanan utama, melainkan pelengkap apabila asupan protein dari makanan belum mencukupi.

Sumber protein alami seperti ikan, ayam, telur, daging tanpa lemak, susu, tempe, tahu, dan kacang-kacangan tetap dianjurkan sebagai sumber utama karena selain mengandung protein juga menyediakan vitamin, mineral, serat, serta berbagai zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh.

Dalam penggunaannya, whey protein dapat dikonsumsi setelah berolahraga, saat sarapan, sebagai camilan, maupun dicampurkan ke dalam smoothie, oatmeal, yogurt, atau susu. Hingga saat ini belum terdapat satu waktu yang dianggap paling ideal untuk mengonsumsi whey protein. Yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan protein harian terpenuhi sesuai usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing.

Sementara itu, International Society of Sports Nutrition (ISSN) dalam Position Stand mengenai asupan protein menyebutkan bahwa orang dewasa yang aktif berolahraga umumnya memerlukan asupan protein lebih tinggi dibandingkan populasi umum untuk mendukung pemeliharaan dan pembentukan massa otot. Namun, kebutuhan tersebut sebaiknya disesuaikan secara individual.

Sebelum memilih produk whey protein, masyarakat disarankan untuk memperhatikan kandungan protein per sajian, kadar gula tambahan, komposisi bahan, serta memastikan produk memiliki izin edar resmi. Bagi individu yang memiliki alergi protein susu atau intoleransi laktosa, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga dianjurkan sebelum mengonsumsinya.

Dengan kandungan protein lengkap dan daya cerna yang baik, whey protein dapat menjadi alternatif praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian. Namun, manfaat optimal tetap diperoleh apabila penggunaannya disertai pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, serta gaya hidup sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....