Kaitan Erat Emosi dan Fisik: Rahasia di Balik Fluktuasi Berat Badan
- 25 Jun 2026 12:08 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Banyak orang mengira berat badan hanya dipengaruhi pola makan. Kondisi emosional seperti stres dan kesedihan ternyata turut memengaruhi angka timbangan.
Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol sebagai respons alami. Hormon ini membantu tubuh beradaptasi terhadap berbagai tekanan yang muncul.
Laporan Harvard Health Publishing menyebutkan kadar kortisol tinggi dapat memengaruhi metabolisme jika terjadi terus-menerus. Hal tersebut berdampak langsung pada pola makan seseorang.
Dampak yang sering terjadi adalah keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori. Perilaku ini dikenal luas sebagai emotional eating karena seseorang mencari rasa nyaman.
Pola makan pun berubah bukan karena lapar fisik. Kondisi tersebut muncul sebagai bentuk pelarian saat menghadapi emosi yang tidak menyenangkan.
Respons stres setiap orang tidak selalu sama. Sebagian orang justru mengalami penurunan nafsu makan saat sedang tertekan.
Asupan makanan yang menurun menyebabkan berat badan berkurang drastis. Kondisi ini sering terjadi saat seseorang mengalami kemarahan atau kekecewaan mendalam.
Stres juga dapat mengganggu kualitas tidur seseorang. Kurang tidur diketahui berhubungan erat dengan perubahan hormon yang mengatur rasa lapar.
Hal tersebut membuat seseorang merasa lebih mudah lapar. Asupan makanan cenderung meningkat pada keesokan harinya akibat kelelahan tubuh.
Berbagai riset psikologi menunjukkan kebiasaan memendam emosi memperpanjang respons stres. Produksi hormon stres berlangsung lebih lama dan memengaruhi berat badan.
Perubahan berat badan tidak hanya ditentukan oleh kondisi emosional. Faktor genetik dan aktivitas fisik tetap memiliki peran sangat penting.
Menjaga kesehatan emosional sama pentingnya dengan menjaga pola hidup. Pengelolaan stres melalui olahraga dapat menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Tidur cukup dan aktivitas harian yang disukai sangat membantu. Cara tersebut efektif mencegah perubahan berat badan akibat tekanan emosional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....