Mengapa Selepas Olaharaga membuat Kita Bahagia?

  • 19 Jun 2026 12:35 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Setelah berolahraga, anda sering merasakan perasaan lega, tenang, sekaligus bersemangat. Fenomena yang sering disebut sebagai "glow" atau pancaran kebahagiaan usai olahraga ini ternyata bukan hanya sugesti, lho.

Para ilmuwan telah lama meneliti bagaimana aktivitas fisik mampu mengubah kondisi emosional seseorang, menjadikannya salah satu cara paling alami dan efektif untuk meningkatkan suasana hati di tengah tekanan aktivitas sehari-hari. Menyadur laman Science.org, salah satu kunci utama dari rasa bahagia ini terletak pada pelepasan hormon endorfin oleh sistem saraf pusat dan kelenjar pituitari.

Endorfin bekerja dengan cara mengurangi persepsi rasa sakit dan memicu perasaan positif dalam tubuh, yang efeknya sering disamakan dengan morfin alami. dr. Ariel Nugroho, SP.KJ dari PDSKJI Denpasar menyatakan bahwa saat melakukan aktifitas olahraga apapun, tubuh memungsikan otot dan secara alamiah tubuh mengeluarkan hormon.

Menurutnya, endorfin itu zat yang membuat well-being. “Selain endorfin, ada oksitosin, anandamide, terus ada dopamine, serotonin, norepinephrine, jadi secara biologi banyak banget benefitnya," jelas dr.Ariel.

Munculnya euforia ini tidak hanya membuat seseorang merasa lebih berenergi dan bersemangat, tetapi juga memberikan efek relaksasi yang mendalam setelah tubuh melakukan kerja keras. Penelitian terbaru juga menyoroti peran penting senyawa bernama phenylethylamine.

Molekul ini merupakan neuromodulator yang berfungsi mengatur neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin dalam otak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan kadar senyawa ini meningkat signifikan setelah seseorang melakukan aktivitas aerobik seperti berlari di atas treadmill, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan suasana hati secara instan.

Tak hanya itu, olahraga rutin juga memicu pelepasan serotonin, hormon yang sangat berperan dalam mengelola stabilitas emosi. Kolaborasi antara berbagai zat kimia otak ini menjadikan aktivitas fisik sebagai terapi alami bagi mereka yang berjuang dengan gangguan kecemasan, stres, hingga depresi.

Laman Alodokter menyarankan untuk rutin berolahraga selama 30 menit sehari untuk meringankan gejala depresi ringan hingga sedang. Hal ini terbukti klinis karena efektivitas yang setara dengan penggunaan obat antidepresan tertentu.

Hal ini didukung oleh berbagai riset yang menyatakan bahwa olahraga selama 16 minggu berturut-turut memberikan dampak perlindungan yang kuat terhadap kesehatan mental, membantu individu mengontrol gejala stres dengan jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak aktif bergerak.

Manfaat jangka panjang dari olahraga juga mencakup peningkatan kepercayaan diri dan kualitas tidur yang lebih baik. Ketika fisik merasa lebih bugar dan fungsi tubuh terjaga, secara otomatis beban mental akan terasa lebih ringan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....