Mengapa Skenario Muncul di Kepala sebelum Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • 25 Jun 2026 12:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Banyak orang sering membayangkan hal-hal yang belum terjadi saat berbaring. Kejadian masa lalu atau rencana esok hari kerap muncul secara tiba-tiba.

Kebiasaan ini cukup umum dialami banyak orang. Fenomena tersebut memiliki penjelasan ilmiah terkait cara kerja otak manusia.

Saat tubuh mulai rileks, otak tidak serta-merta beristirahat. Otak justru memasuki kondisi yang dikenal sebagai mind-wandering atau pikiran mengembara.

Perhatian kemudian beralih dari kondisi saat ini. Fokus berpindah menuju ingatan, imajinasi, atau rencana masa depan.

Fenomena tersebut berkaitan dengan aktivitas jaringan otak tertentu. Jaringan ini dikenal dengan istilah Default Mode Network (DMN).

DMN aktif saat seseorang sedang melamun atau berkhayal. Hal ini termasuk merenungkan diri sendiri dan membayangkan masa depan.

Penelitian tim Harvard University menunjukkan data menarik. Manusia menghabiskan sekitar 46,9 persen waktu sadar untuk memikirkan hal di luar momen saat ini.

Peneliti Matthew Killingsworth dan Daniel Gilbert juga memberikan penjelasan. Kemampuan membayangkan masa depan adalah keunikan manusia, meski memengaruhi suasana hati.

Inilah alasan terciptanya berbagai "skenario" sebelum tidur. Banyak orang tanpa sadar membayangkan kesuksesan atau percakapan tertentu.

Beberapa orang bahkan menciptakan kisah romantis atau petualangan imajinatif. Hal tersebut sering tidak terjadi di dunia nyata.

Dalam kadar wajar, kebiasaan ini tidak membahayakan. Proses membayangkan berbagai kemungkinan membantu otak memproses emosi.

Kebiasaan ini juga meningkatkan kreativitas dan persiapan diri. Hal ini membantu dalam menghadapi situasi tertentu di masa depan.

Namun, kondisi ini bisa menjadi masalah jika berlebihan. Skenario yang dipenuhi kekhawatiran tanpa henti dapat memicu stres.

Kondisi ini disebut rumination atau pemikiran masalah berulang. Hal tersebut dapat memicu kecemasan dan mengganggu kualitas tidur.

Membuat skenario bukanlah tanda seseorang terlalu banyak berkhayal. Otak manusia memang dirancang untuk terus berpikir dan berimajinasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....