Menunda Tidur demi Me Time? Kenali Revenge Bedtime Procrastination

  • 19 Jun 2026 11:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pernahkah anda merasa lelah setelah seharian beraktivitas namun tetap memilih bermain sosial media dan menonton serial hingga larut malam?. Jika iya, bisa jadi anda mengalami Revenge Bedtime Procrastination. Istilah ini merujuk pada kebiasaan menunda waktu tidur untuk mendapatkan waktu pribadi yang dirasa kurang pada siang hari.

Fenomena ini seringkali terjadi pada kalangan pekerja yang memiliki kesibukan dari pagi hingga sore hari. Ketika waktu yang tersisa hanya malam hari, mereka lebih memilih untuk bermain media sosial dan menonton serial dibanding langsung beristirahat.

Menurut Sleep Foundation, Revenge Bedtime Procrastination adalah keinginan seseorang “membalas” padatnya aktivitas harian dengan menunda tidur. Cara yang dilakukan dengan mengambil kembali waktu untuk diri sendiri pada malam hari. Akibatnya, waktu tidur menjadi "korban" demi memperoleh sedikit kebebasan dan hiburan.

Melansir dari health.com, secara psikologis kebiasaan ini muncul ketika seseorang merasa kehilangan kontrol atas waktu di siang hari. Rutinitas pekerjaan, tugas rumah, tanggung jawab keluarga, membuat sebagian orang merasa tidak memiliki ruang untuk hal yang mereka sukai. Ketika malam tiba, muncul dorongan untuk memperpanjang waktu santai meskipun tubuh sebenarnya sudah membutuhkan istirahat.

Salah satu pemicu terbesar Revenge Bedtime Procrastination adalah penggunaan perangkat digital. Banyak orang berniat tidur tepat waktu, tetapi akhirnya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir media sosial. Algoritma media sosial yang terus menyajikan konten baru membuat seseorang sulit berhenti dan tanpa sadar melewati jam tidur yang telah direncanakan.

Meski terasa menyenangkan sesaat, kebiasaan ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Kurang tidur diketahui dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, kemampuan mengambil keputusan, serta produktivitas sehari-hari.

Ironisnya, Revenge Bedtime Procrastination sering kali menciptakan lingkaran yang sulit diputus. Kurang tidur membuat seseorang lebih mudah lelah dan sulit mengendalikan diri keesokan harinya.

Saat malam tiba, dorongan untuk mencari hiburan dan pelarian kembali muncul, sehingga waktu tidur kembali tertunda. Kondisi ini dapat berlangsung berulang-ulang dan semakin mengurangi kualitas hidup.

Beberapa tanda seseorang mengalami Revenge Bedtime Procrastination antara lain sering berkata "sebentar lagi tidur" tetapi terus menunda. Merasa bersalah setelah begadang, mengantuk pada pagi hari, dan tetap terjaga meski tidak ada pekerjaan mendesak yang harus diselesaikan. Aktivitas yang dilakukan pun biasanya bersifat hiburan atau relaksasi, bukan kebutuhan yang benar-benar penting.

Me time memang penting untuk menjaga keseimbangan hidup. Namun, jika waktu pribadi terus mengurangi jam tidur, dampak negatifnya dapat lebih besar daripada manfaat yang diperoleh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....