Sepuluh Kebiasaan yang Memperparah Kerontokan Rambut

  • 22 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Rambut rontok merupakan masalah yang umum dialami banyak orang. Meski kerontokan sekitar 50 hingga 100 helai per hari masih tergolong normal, beberapa kebiasaan sehari-hari tanpa disadari dapat memperparah kondisi tersebut.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat membuat rambut menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah patah. Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diwaspadai.

1. Terlalu Sering Menggunakan Alat Penata Rambut Panas

Menurut Cleveland Clinic, Penggunaan catokan dan hair dryer dengan suhu tinggi secara berlebihan dapat merusak batang rambut. Rambut menjadi lebih kering, rapuh, dan mudah patah sehingga terlihat seperti mengalami kerontokan yang lebih banyak.

2. Terlalu Sering Mengikat Rambut dengan Kencang

Gaya rambut seperti kuncir kuda, sanggul, atau kepang terlalu ketat memberikan tarikan berlebih pada akar rambut. Menurut American Academy of Dermatology, kondisi ini dikenal sebagai traction alopecia. Traction alopecia adalah kerontokan akibat tekanan yang terjadi secara terus-menerus pada folikel rambut.

3. Keramas Terlalu Sering atau Terlalu Jarang

Keramas terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami yang melindungi rambut. Sedangkan, terlalu jarang mencuci rambut dapat menyebabkan penumpukan minyak dan kotoran pada kulit kepala. Keduanya dapat memengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

4. Menyisir Rambut dengan Kasar saat Kondisi Basah

Menyisir rambut secara agresif, terutama saat rambut masih basah, dapat meningkatkan risiko rambut patah. Rambut dalam kondisi basah cenderung lebih rentan terhadap kerusakan dibandingkan saat kering.

5. Sering Mewarnai atau Melakukan Proses Kimia pada Rambut

Pewarna rambut, bleaching, rebonding, atau pengeritingan permanen dapat melemahkan struktur rambut jika dilakukan terlalu sering. Paparan bahan kimia berulang dapat menyebabkan rambut kering, rapuh, dan mudah patah.

6. Tidur yang Kurang Berkualitas

Menurut Harvard Health Publishing, Kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan proses regenerasi tubuh, termasuk kesehatan rambut. Meski bukan penyebab langsung kerontokan, kualitas tidur yang buruk dapat memperburuk faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap rambut rontok.

7. Kurang Mengonsumsi Nutrisi Penting

Rambut membutuhkan nutrisi seperti protein, zat besi, zinc, vitamin D, dan biotin untuk tumbuh dengan sehat. Kekurangan nutrisi tertentu dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut dan memicu kerontokan yang lebih parah.

8. Mengalami Stres Berkepanjangan

Stres yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Selain itu, dapat memicu kondisi yang disebut telogen effluvium, yaitu kerontokan rambut yang terjadi setelah tubuh mengalami tekanan fisik atau emosional.

9. Merokok

Menurut National Library of Medicine, merokok dapat mengurangi aliran darah ke folikel rambut dan meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh. Kondisi ini diduga berkontribusi terhadap peningkatan risiko kerontokan rambut.

10. Mengabaikan Masalah Kulit Kepala

Ketombe berat, infeksi jamur, psoriasis, atau peradangan kulit kepala dapat mengganggu kesehatan folikel rambut jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kulit kepala sama pentingnya dengan merawat rambut itu sendiri.

Kerontokan terlihat normal dialami, namun jika kerontokan terjadi tiba-tiba, disertai kebotakan tertentu, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter kulit. Pemeriksaan lanjutan membantu menemukan penyebab kerontokan, seperti gangguan hormon, kekurangan nutrisi, atau kondisi medis tertentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....