Mengenal Proses Resopsi: Mengapa Gigi Susu Anak Tidak Boleh Dicabut Paksa?
- 12 Jun 2026 21:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Bagi seorang anak, kehilangan gigi susu pertama adalah sebuah fase yang sangat krusial. Gigi susu akan tercabut secara alami dan pertumbuhan gigi permanen akan dimulai.
Fase ini menjadi tugas para orang tua untuk lebih peka tentang kapan dan bagaimana proses tercabutnya gigi susu pada anak. Gigi susu anak akan mulai goyang dan tanggal secara alami pada rentang usia 6 hingga 12 tahun. Gigi yang pertama kali tanggal biasanya adalah gigi seri tengah bawah, diikuti oleh gigi seri tengah atas.
Tak lama kemudian, gigi seri samping (di sebelah gigi tengah) juga akan mulai tanggal pada usia enam hingga delapan tahun. Sementara itu, gigi geraham pertama yang terletak di bagian belakang mulai goyang dan tanggal sekitar usia sembilan hingga 11 tahun.
| Baca juga: Perhatikan Lima Fakta Tentang Gigi pada Anak |
Kemudian, Gigi taring dan gigi geraham kedua adalah yang terakhir tanggal. Biasanya, pada usia 12 atau 13 tahun, seorang anak sudah kehilangan semua gigi susunya dan digantikan oleh deretan gigi permanen.
Akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar drg. Ni Putu Widani Astuti, M.Kes menyebutkan proses tanggalnya gigi susu tidak dapat dipaksakan. Ketika benih daripada gigi permanen akan tumbuh, gigi sulung/susu yang masih berada diatas, akarnya akan istilahnya akarnya akan teresopsi.
Resopsi akar gigi adalah kondisi sel-sel tubuh mengikis dan menghancurkan jaringan keras akar gigi. Proses ini terjadi secara alami agar gigi susu tanggal. Jadi, proses resopsi akar gigi susu terjadi ketika benih gigi permanen mulai naik atau erupsi.
“Jadi kan lama-lama akar daripada gigi sulungnya mengecil dan akan goyang. Sehingga kalau dia resopsinya lebih banyak, oncelnya agak lebih besar.” Terang drg. Widani.
Kondisi resopsi ini menandakan, benih daripada gigi permanen sudah mendekati keluar atau erupsi pada bagian gusiSehingga ketika gigi sulung yang sudah goyang itu dicabut, itu akan mempermudah tumbuhnya gigi permanen
“Pasien juga tidak merasakan sakit yang begitu keras ketika gigi sudah waktunya tanggal atau tercabut. Dengan bahan atau obat-obat yang kita pergunakan, juga kita hanya cukup menggunakan obat seperti busa es. Jadi tidak perlu dianastesi.” Jelas dokter Widani pada RRI.
Berbeda halnya jika proses resopsi belum terjadi secara maksimal. Biasanya, bagian akar 80 persen masih melekat pada gusi, itu justru akan membuat anak merasakan sakit jika gigi susu dipaksa untuk dicabut. Hal inilah yang akan menyisakan trauma bagi anak.
“Jangan kan baru mau masuk ke ruang praktik, lihat alat-alat mereka sudah mempunyai trauma yang agak besar. Jadi kalau sudah goyangnya lebih besar kita bisa cabut dengan gampang.” Lanjutnya.
Jika gigi anak sudah goyang tetapi masih menempel kuat, sebaiknya jangan ditarik paksa karena dapat merusak jaringan gusi atau menyebabkan infeksi. Biarkan tanggal secara alami melalui gerakan lidah atau saat anak mengunyah makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....