Pentingnya Cabut Gigi Susu Sesuai pada Waktunya

  • 12 Jun 2026 21:51 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Melihat gigi susu anak mulai goyang sering kali menjadi momen yang mendebarkan bagi para orang tua. Proses tumbuh kembang ini memerlukan perhatian khusus terkait dengan kapan waktu yang tepat untuk mencabut gigi.

Akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar drg. Ni Putu Widani Astuti, M.Kes, menyebutkan membiarkan gigi susu bertahan terlalu lama atau justru mencabutnya terlalu dini bisa berdampak buruk pada struktur rahang anak. Memahami pentingnya cabut gigi susu sesuai waktunya juga berkaitan dengan estetika penampilan anak.

“Kalau memang sesuai dengan waktunya, kita gampang tinggal mencabutnya, apalagi kalau gigi bergoyangnya sudah lebih besar, jadi lebih kuat, sehingga anak-anak ketika dicabut tidak terasa sakit. Jadi tidak trauma dia-nya.” Terang dokter Widani saat diwawancara RRI pada dialog Indonesia Sehat Programa 1 RRI Denpasar.

Sementara itu, Dr. drg. Eko Sri Yuni Astuti, Sp. KGA, spesialis kedokteran gigi anak menerangkan, mencabut gigi tepat pada waktunya sangat mempengaruhi kondisi psikologis. Jika mencabut gigi terlalu dini, gigi susu yang hilang sebelum waktunya, itu yang dikatakan premature loss. Hal ini akan memengaruhi dari struktur dan posisi gigi pada rahang anak.

Saat ini, banyak orangtua yang mengajak anak-anak untuk mencabut gigi ketika kondisi gigi susu baru sedikit oncel/goyang. Dr. Yuni menjelaskan, sekalipun gigi susu pada anak terdapat gigi permanen sebagai pengganti gigi susu, namun tetap harus menunggu gigi pengganti tumbuh pada waktunya.

“jadi dia muncul kapan, umur berapa dia muncul, jadi harus kita perhatikan. Jadi kalau belum (goyang) memang gak boleh. Nah, tetapi apabila ada kasus atau ada masalah gigi dan mulut, dan gigi susu itu harus tanggal terlebih dulu, nah ini tidak boleh berhenti di sini. Memang masalah yang sakit gigi anak teratasi ya.” Terang Dr. Yuni.

Jika gigi anak dalam kondisi berlubang pada bagian emile atau dentin, dapat ditambal terlebih dahulu. Berbeda jika kondisi gigi susu yang berlubang sudah mengenai pulva, dapat dilakukan perawatan lebih dalam lagi, seperti perawatan saluran akar pada gigi sulung.

Kondisi premature loss tidak saja memengaruhi waktu pertumbuhan gigi pengganti. Hal ini juga akan memengaruhi pertumbuhan yang terlalu dini dari gigi permanen harus dilakukan suatu perawatan lanjutan, yaitu menggunakan bantuan alat penahan ruang.

“Jadi ruangan yang ada (ruang gigi susu yang hilang sebelum waktunya) tidak boleh dibiarkan. Harus dibikinkan alat supaya ruangan itu tetap ada sampai gigi permanen di bawahnya itu tumbuh dengan baik. Kalau gigi susu itu diambil terlalu dini, itu kan ada ruangan yang kosong. Ruangan yang kosong ini nanti akan ditempatkan oleh gigi tetangganya.” lanjutnya

Mencabut gigi susu pada anak terlalu dini akan berpotensi kondisi lainnya yang disebut dengan gigi tetangga dapat bergerak. Kondisi ruang kosong ini dapat menyempit. Jika ruangan gigi menyempit dan ruangan tidak dijaga, otomatis gigi permanen yang akan tumbuh mencari posisi. Gigi yang kehilangan ruang tumbuhnya akan keluar atau tumbuh di luar lengkung. Sehingga, pertumbuhan gigi menjadi tidak rapi atau giginya dapat berdesakan.

Pastikan mencabut gigi susu pada anak sesuai pada waktunya. Gigi susu anak akan mulai goyang dan tanggal secara alami pada rentang usia 6 hingga 12 tahun. Proses gigi goyang dapat diperhatikan secara intensif apabila kondisi gigi permanen sudah muncul di belakang gigi susu. Perlu diingat, kunjungi dokter gigi terdekat untuk penanganan yang lebih aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....