Gentle Parenting: Efektif atau Justru Membuat Anak Manja?

  • 29 Mei 2026 10:25 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Gentle parenting kini semakin populer di kalangan orang tua muda melalui media sosial. Metode ini mengedepankan empati, komunikasi, serta hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Menurut Cleveland Clinic, gentle parenting berfokus pada rasa hormat dan empati serta batasan sehat. Pendekatan ini bertujuan membantu anak memahami emosi tanpa menggunakan kekerasan fisik atau verbal.

UNICEF menjelaskan pola asuh ini mengedepankan bimbingan dibanding hukuman keras. Orang tua tetap memberikan aturan jelas, namun dilakukan dengan cara yang tenang dan suportif.

Banyak orang salah menganggap gentle parenting sebagai pola asuh yang memanjakan anak. Padahal, metode ini berbeda jauh dengan pola asuh permisif tanpa aturan tegas.

Dampak positifnya, anak belajar mengenali serta mengelola emosinya dengan baik. Mereka cenderung merasa lebih aman dan dihargai dalam hubungan dengan orang tua.

Pola asuh ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan sosial anak. American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut disiplin positif lebih efektif dibanding hukuman fisik yang memicu agresivitas.

Meski positif, penerapan metode ini memiliki tantangan tersendiri bagi orang tua. Diperlukan kesabaran, konsistensi, dan kontrol emosi tinggi saat menghadapi tantrum atau perilaku anak.

Jika diterapkan keliru, anak bisa kurang memahami batasan dan kedisiplinan. Masalah ini muncul jika orang tua lupa memberikan konsekuensi atas perilaku salah anak.

Psikolog perkembangan anak Dr. Becky Kennedy menjelaskan gentle parenting bukan berarti menuruti semua keinginan. Orang tua tetap harus menjadi pemimpin tenang agar anak memahami aturan sehari-hari.

Edukasi bagi orang tua menjadi kunci penting dalam menerapkan konsep ini. Anak tetap membutuhkan kasih sayang sekaligus batasan jelas demi perkembangan perilaku yang optimal.

UNICEF menyarankan orang tua untuk mendengarkan perasaan dan memberi contoh perilaku baik. Langkah ini membantu anak tumbuh menjadi pribadi mandiri yang menghargai orang lain.

Gentle parenting bukan sekadar tren pengasuhan modern, melainkan upaya membangun hubungan sehat. Pola asuh ini wajib dibarengi aturan konsisten agar anak tumbuh dengan tanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....