Mengapa Anak Muda Sering Midnight Snacking? Ini Faktor Penyebabnya

  • 28 Mei 2026 11:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Kebiasaan makan di larut malam kini semakin umum dilakukan oleh kalangan anak muda. Fenomena ini banyak ditemukan pada mahasiswa, pekerja muda, hingga pengguna media digital yang aktif hingga tengah malam. Berikut faktor penyebab mengapa anak muda sering makan larut malam atau midnight snacking.

1. Kebiasaan Begadang

Adanya aktivitas mengerjakan tugas, bermain game, menonton film, hingga bekerja lembur membuat banyak orang tetap terjaga sampai dini hari. Aktivitas ini sering dilakukan oleh anak muda yaitu begadang di malam hari, namun tertidur di pagi hari.

Kondisi tersebut memicu tubuh membutuhkan tambahan energi sehingga rasa lapar muncul pada malam hari. Menurut Sleep Foundation, kurang tidur dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar dan kenyang. Hal ini yang menyebabkan seseorang cenderung ingin mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak di malam hari.

2. Stres dan Tekanan Aktivitas

Tuntutan akademik, pekerjaan, maupun masalah sosial sering memicu kelelahan mental yang kemudian dilampiaskan melalui makanan. Menurut American Psychological Association, makanan dianggap mampu memberikan rasa nyaman dan memperbaiki suasana hati meski hanya sementara. Tidak sedikit anak muda memilih camilan manis atau makanan cepat saji sebagai bentuk pelarian emosional.

3. Pengaruh Media Sosial

Pengaruh media sosial dan gaya hidup digital turut memperkuat fenomena midnight snacking. Munculnya konten-konten kuliner atau mukbang yang ditonton malam hari memicu keinginan untuk membeli makanan meski tidak lapar.

4. Mudahnya Akses Layanan Pesan Antar

Era digital telah mempermudah hidup masyarakat salah satunya jasa layanan pesan antar makanan selama 24 jam. Kemudahan ini yang membuat akses terhadap makanan semakin mudah dijangkau meski malam hari tanpa perlu keluar rumah. Kondisi ini membuat kebiasaan makan malam perlahan dianggap normal dan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari anak muda di perkotaan.

5. Pola makan yang Tidak Teratur

Banyak anak muda melewatkan waktu makan karena kesibukan kuliah maupun pekerjaan sehingga asupan energi pada siang hari tidak terpenuhi dengan baik. Menurut Healthline, hal ini yang membuat tubuh memberikan sinyal lapar saat malam hari. Kebiasaan menunda makan ini pada akhirnya membuat konsumsi camilan sebelum tidur menjadi semakin sering dilakukan.

6. Pengaruh Lingkungan

Aktivitas nongkrong malam, bermain game bersama, hingga menonton pertandingan olahraga sering disertai konsumsi makanan ringan dan minuman manis. Belum lagi godaan membuat mie di tengah malam mendorong kebiasaan midnight snacking di kalangan anak muda. Kebiasaan tersebut akhirnya menjadi bagian dari budaya sosial yang sulit dipisahkan dari kehidupan anak muda saat ini.

Meski terlihat sepele, kebiasaan midnight snacking yang dilakukan secara terus-menerus dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan. Mulai dari gangguan tidur, kenaikan berat badan, hingga masalah metabolisme tubuh. Karena itu, penting untuk mengurangi kebiasaan makan di tengah malam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....