Cegah Karies Gigi pada Anak sejak Dini
- 06 Jun 2026 15:09 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Data program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan RI mendapati bahwa 1 dari 2 anak usia sekolah, atau sekitar 52,67% mengalami masalah karies gigi. Kondisi ini mendominasi laporan skrining kesehatan balita dan anak yang memicu penurunan kualitas hidup anak
Akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar drg. Ni Putu Widani Astuti, M.Kes, menyebutkan pada dasarnya perawatan gigi sulung dan gigi permanen itu hampir sama agar terhindar dari karies gigi. “Jadi kita berupaya supaya gigi itu harus selama mungkin (dirawat) atau sampai waktunya tanggal, terutama untuk gigi sulung itu tepat pada waktunya.” Jelas drg.Widani.
Ia menyebutkan perawatan gigi yang baik akan membuat gigi terhindar dari karies atau gigi berubang. Salah satu faktor penyebab karies gigi pada anak adalah adanya kuman yang tersisa dan tidak dibersihkan dengan baik.
“Ada kuman di dalam rongga mulut. makanan kariogenik, makanan yang menyebabkan terjadinya gigi karies di dalam rongga mulut ya, menempel pada lekukan-lekukan anatomi gigi. Jadi kita harus mengedukasi kepada anak-anak bagaimana sih atau tepat pada waktu dia menggosok gigi.” Jelas drg. Widani saat diwawancara RRI pada Jumat 29 Mei 2026.
Makanan kariogenik adalah segala jenis makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat yang mudah difermentasi seperti gula dan pati yang bersifat lengket, dan mudah hancur di dalam mulut. Sisa makanan ini memicu bakteri memproduksi asam yang dapat melarutkan email gigi, sehingga memicu terbentuknya karies atau gigi berlubang.
Agar terhindar dari gigi karies atau berlubang, anak-anak dapat membersihkan gigi sebelum tidur malam dan setelah makan pagi. Ia mengakui untuk makanan yang kariogenik yang dikonsumsi oleh anak, sulit untuk diintervensi.
| Baca juga: Perhatikan Lima Fakta Tentang Gigi pada Anak |
Lingkungan anak beraktifitas pun semakin luas. Anak-anak dapat mengkonsumsi beragam makanan di sekolah, lingkungan bermain, dan lainnya. Namun, orang tua dapat mengawasi serta mengedukasi anak secara terus menerus.
“Bagaimana setelah habis makan makanan yang lengket itu, kita bisa berkumur-kumur atau sikat gigi. Tapi pada prinsipnya sehari dua kali minimal kita harus menggosok gigi, pagi setelah sarapan dan sebelum tidur," tuturnya.
Selain rutin menyikat gigi, anak-anak dapat melakukan kontrol kesehatan gigi dan rongga mulut ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk mencegah kerusakan gigi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....