Dari Hobi Menjadi Berkah, Kiat Sukses Rasmini Mengembangkan Megumi Garden Orchid

  • 21 Sep 2026 13:45 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Usaha budidaya tanaman hias kerap berawal dari kecintaan yang mendalam terhadap keindahan alam. Hal inilah yang dialami oleh Ni Made Rasmini, pemilik tempat usaha anggrek Megumi Garden Orchid.

"Awalnya saya bukan berdagang, melainkan seorang kolektor dan pecinta tanaman hias anggrek. Pandemi COVID-19 kemudian mengubah hobi ini menjadi sumber penghasilan utama keluarga." ujar wanita paruh baya ini.

Nama tempat usahanya diabadikan dari nama sang cucu tersayang sebagai bentuk kasih sayang keluarga. Awalnya, ia mengaku hanya hobi mengoleksi ratusan tanaman hias di kediamannya tanpa niat untuk menjualnya.

Pandemi COVID-19 memberikan dampak ekonomi yang sangat berat bagi keluarganya yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. Keadaan sulit tersebut memaksa Ibu Made memutar otak untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

Ia memutuskan untuk menjual sebagian koleksi anggrek kesayangannya guna menyambung hidup keluarga. Tak disangka, respon pasar terhadap koleksi tanaman hiasnya ternyata sangat positif dan menguntungkan.

Seiring berjalannya waktu, jumlah koleksinya terus membengkak hingga melebihi 400 pot di rumah tinggalnya. Ia akhirnya memutuskan menyewa lahan seluas tujuh are di daerah Darmasaba, Badung untuk menampung seluruh anggreknya.

Berbagai duka pernah dilaluinya, seperti tanaman yang membusuk atau banyet akibat terpaan hujan deras. Namun, ketekunan membuatnya bertahan dan terus mengembangkan usahanya hingga dikenal luas oleh masyarakat.

Megumi Garden Orchid memiliki beragam varietas tanaman anggrek yang siap memanjakan mata para pengunjung. Mulai dari varietas anggrek bulan hybrid hingga spesies langka tersedia secara lengkap di tempat ini.

Made mengaku lebih berfokus mengembangkan jenis anggrek jadulan dan varietas keriting berukuran besar. Keindahan saat bunga-bunga tersebut mekar memberikan kepuasan batin tersendiri yang tidak bernilai harganya.

Pangsa pasar untuk jenis anggrek jadulan ternyata sangat luas hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, potongan batang gundul tanpa bunga pun tetap diburu oleh para penggemar anggrek dari berbagai daerah.

Pemasaran modern menjadi kunci utama keberhasilan Megumi Garden Orchid dalam menjangkau pembeli secara nasional. Ibu Made rutin mengadakan sesi siaran langsung atau live shopping di platform Facebook dan TikTok dua hingga tiga kali seminggu.

Melalui akun Facebook 'Rasmini' dan TikTok 'Megumi', ia berhasil mengumpulkan banyak pelanggan setia. Penjualan secara daring ini terbukti sangat efektif untuk mengimbangi tingginya biaya sewa tempat usaha.

Harga yang ditawarkan sangat bervariasi tergantung pada ukuran, keunikan, serta kelangkaan jenis tanaman anggreknya. Batang gundul biasa dibanderol Rp 25.000 hingga Rp 40.000, sedangkan jenis capung cantik mencapai Rp100.000 per batang.

Untuk koleksi anggrek keritingan berukuran besar yang dirawat bertahun-tahun, harganya bisa mencapai Rp5.000.000. Meskipun tidak pernah mencatat omzet secara mendetail, hasil penjualannya lebih dari cukup untuk kebutuhan harian dan sewa lahan.

Ibu Made juga membagikan rahasia perawatan agar tanaman anggrek tumbuh subur dan tidak mudah membusuk. Pemupukan dilakukan dua kali seminggu menggunakan vitamin B1 Thailand dan EcoSpeed yang dicampur insektisida.

Penyiraman wajib dilakukan setiap hari saat musim panas, namun tetap harus mengontrol kelembapan media tanamnya. Penyiraman harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengenai bagian pucuk tanaman yang rentan mengalami pembusukan.

Kepuasan pembeli menjadi bukti nyata kualitas tanaman yang dijual di Megumi Garden Orchid ini. Budi Artini, salah seorang pelanggan asal Perian, mengaku selalu puas berbelanja anggrek di tempat ini.

Ia menilai harga yang ditawarkan sangat terjangkau serta pelayanan pemilik toko sangat ramah dan menyenangkan. Kehadiran program sesi rebutan dan giveaway saat siaran langsung menambah keseruan tersendiri bagi para pembeli.

"Ibu Made itu penjual yang sangat ramah dan koleksinya sangat rapi serta bervariasi. Saya sering ikutan rebutan di siaran langsung online karena seninya berburu anggrek itu sangat seru." ujar Budi Artini seorang pelanggan setia asal Perean Tabanan

Kisah Ni Made Rasmini membuktikan bahwa ketekunan dalam menjalankan hobi dapat berbuah manis menjadi peluang bisnis beromzet tinggi. Dengan pemanfaatan teknologi digital secara tepat, usaha lokal mampu menembus pasar nasional dengan sangat sukses.

Semangat dan kecintaan terhadap tanaman menjadi fondasi utama keberlanjutan Megumi Garden Orchid hingga saat ini. Kehadirannya terus menjadi tempat favorit bagi para pecinta dan kolektor anggrek di seluruh Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....