Bertahan di tengah Inflasi, Salad Liang Pilih Jaga Harga Demi Pelanggan
- 15 Jun 2026 10:24 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar- Di tengah gempuran fluktuasi harga bahan baku buah-buahan dan lonjakan harga kemasan plastik yang meroket, UMKM lokal Salad Liang memilih strategi ekonomi bertahan, dengan tidak menaikkan harga jual produk kepada konsumen. Keputusan strategis tersebut disampaikan langsung oleh pemilik ( owner) Salad Liang , Kadek Liang Surya Santosa, dalam dialog interaktif Teras UMKM Pro 4 RRI Denpasar, Jum'at, 5 Juni 2026.
Kadek Liang menjelaskan kebijakan berani ini diambil, demi menjaga daya beli masyarakat urban, khususnya generasi muda yang sangat sensitif terhadap perubahan harga makanan harian, sebesar seribu atau dua ribu rupiah sekalipun. Selain itu juga sebagai langkah konkret menjaga loyalitas pelanggan, di tengah ketatnya persaingan ekonomi pasar global.
Saat memaparkan kondisi riil beban operasional yang kian membengkak, Kadek Liang mengakui bahwa margin keuntungan yang didapatkan saat ini, memang menjadi jauh lebih tipis jika dibandingkan dengan periode awal merintis usaha. "Kenapa saya tidak menaikkan harga, karena saya melihat sekarang indeks ekonomi, bukan anak muda saja tapi juga orang tua kadang untuk perbandingan harga yang seribu, dua ribu itu mereka masih mikir panjang," ungkap Kadek Liang.
Pengusaha muda ini menilai bahwa menjaga volume penjualan agar tetap berputar stabil, jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang, daripada memaksakan kenaikan harga, yang berisiko mengusir pelanggan ke kompetitor lain. Prinsip ekonomi piramida terbalik yang diterapkan oleh Salad Liang, berfokus pada kuantitas perputaran barang yang cepat, guna menutup tipisnya margin profitabilitas per salad.
Kadek Liang menambahkan melalui dua gerai strategisnya di wilayah Gunung Soputan dan Dalung Permai, bisnis ini mampu menjual lebih dari dua ratus porsi salad buah setiap hari, melalui kombinasi penjualan luring (offline) dan daring (online). Efisiensi biaya operasional internal juga diperketat sedemikian rupa, tanpa mengurangi porsi ideal, maupun kualitas kesegaran dari komponen buah-buahan yang disajikan kepada para penikmat kuliner sehat.
Demi menyiasati lonjakan harga komoditas musiman, Kadek Liang menerapkan sistem kemitraan jangka panjang yang sangat solid, dengan pemasok (supplier) buah tepercaya di Bali. Kerja sama ini memungkinkan Salad Liang mendapatkan jaminan harga yang relatif lebih stabil, dan prioritas kualitas buah premium meskipun kondisi pasar induk sedang mengalami kelangkaan barang.
Selain itu, promosi masif dan pemberian diskon besar-besaran di berbagai platform aplikasi digital seperti Grab Food, Go-Food, dan Shopee Food tetap dijalankan setiap hari sebagai instrumen pendongkrak volume penjualan. Kemitraan strategis dengan pihak penyedia aplikasi, memfasilitasi Salad Liang untuk ikut serta dalam program potongan harga hingga empat puluh lima persen yang disubsidi secara bersama.
Kadek Liang menambahkan langkah pemasaran digital ini terbukti sukses mengimbangi tekanan inflasi eksternal, karena grafik penjualan terus menunjukkan tren peningkatan yang drastis dari waktu ke waktu. “ Saya meyakini dengan konsistensi harga, mutu, serta strategi pengelolaan arus kas yang cermat dan volume penjualan yang masif, usaha kuliner sehat ini pasti akan tetap bisa bertahan dan berkembang “ tutup Kadek Liang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....