Kisah Sukses Pemilik Salad Liang, Dari Modal Satu Juta hingga Kuasai Pasar
- 15 Jun 2026 10:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar- Kisah perjalanan hidup Kadek Liang Surya Santosa, selaku pemilik UMKM Salad Liang, menjadi bukti nyata kekuatan tekad generasi muda Bali, yang berani keluar dari zona nyaman demi membangun kedaulatan ekonomi mandiri melalui jalur bisnis kuliner sehat. Dalam program acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar, Jum'at, 5 Juni 2026, pria lulusan sarjana ilmu hukum ini membagikan pengalaman jatuh bangunnya bermigrasi dari bisnis jam tangan, hingga bertransformasi menjadi pengusaha salad buah sukses beromzet ratusan porsi per hari.
Kadek Liang mengungkapkan perjalanan bisnisnya dimulai dari sebuah ruang kamar kosong di rumahnya, dengan modal awal satu juta rupiah pemberian orang tuanya, yang kemudian diputar secara konsisten melalui kerja keras dan kreativitas tanpa batas. Ketertarikan Surya pada dunia niaga sejatinya sudah tumbuh sejak masa kanak-kanak melalui hobi membuat mainan kelereng sendiri, hingga berjualan susu kedelai saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Ketika krisis pandemi melanda dan meruntuhkan bisnis jam tangan daring miliknya, ia jeli melihat peluang pergeseran gaya hidup Masyarakat, yang mendadak sangat peduli pada asupan makanan sehat, demi menjaga imunitas tubuh dari serangan virus. Meskipun latar belakang pendidikannya sebagai sarjana hukum sangat bertolak belakang dengan industri kuliner, ia tidak malu untuk belajar secara otodidak dari berbagai platform digital mengenai karakteristik kematangan buah.
Pengalaman pahit dalam mengelola relasi bisnis juga sempat dirasakan oleh Kadek Liang ketika dirinya berada di titik terendah, akibat menjadi korban penipuan kerja sama yang tidak jujur dari mitra usahanya terdahulu. "Mungkin titik terendahnya itu saya pernah ditipu, maksudnya kerjasama yang tidak sesuai dengan perjanjian di awal,"tutur Kadek Liang.
Pengalaman traumatis tersebut mendidik dirinya menjadi sosok pengusaha yang jauh lebih matang, berhati-hati, dan membulatkan tekadnya untuk mengelola seluruh gerai Salad Liang secara mandiri, tanpa membuka sistem kemitraan waralaba (franchise). Keputusan memindahkan operasional dari usaha rumahan ke gerai fisik pertama di Jalan Gunung Soputan Denpasar pun diambil karena rasa tidak enak kepada tetangga, akibat membludaknya antrean armada ojek daring di depan rumahnya.
Keberanian Kadek Liang dalam mengambil risiko pun berbuah manis, karena dalam kurun waktu dua tahun, ia mampu mendirikan gerai mandiri kedua di kawasan pusat kuliner padat Dalung Permai. Saat ini, kedua toko tersebut dikelola oleh empat staf lokal yang terbagi di masing-masing cabang.
Sementara itu manajemen media sosial dan pembuatan konten kreatif iklan digital, masih ditangani langsung oleh Kadek Liang secara mandiri. Mentalitas pantang menyerah dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital, menurut Kadek Liang sebagai modal utama yang wajib dimiliki oleh generasi Z dan milenial di Bali, yang ingin terjun ke dunia usaha.
Penggunaan strategi pemasaran visual yang transparan dengan langsung mencantumkan harga dan deskripsi detail produk pada konten TikTok serta Instagram, menjadi kunci keberhasilannya memotong rantai komunikasi yang rumit dengan calon pembeli. “Karakteristik konsumen modern tentunya menyukai kepraktisan dan keterbukaan informasi, jadi harus detail menyampaikan informasi melalui foto ataupun caption terkait produk yang kita jual melalui media social “ ucap Kadek Liang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....