Ada Peran Besar Perempuan Hindu di Balik Yadnya Bali
- 15 Sep 2026 12:28 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Perempuan Hindu memiliki peran penting dalam pelaksanaan yadnya mulai dari mempersiapkan sarana hingga mendukung kelancaran prosesi keagamaan di Bali.
- Dalam pandangan Hindu, perempuan memiliki kedudukan mulia dan menjadi salah satu kunci keharmonisan keluarga serta masyarakat.
- Perempuan dianggap sebagai cahaya yang dapat menerangi keluarga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat Hindu.
RRI.CO.ID, Denpasar - Perempuan Hindu memiliki peranan penting dalam pelaksanaan yadnya di Bali, mulai dari mempersiapkan sarana hingga mendukung kelancaran prosesi keagamaan. Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ni Wayan Sumetri dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 15 Sepetember 2026 mengatakan peran tersebut juga menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat Hindu.
Sumetri menjelaskan, perempuan dalam pandangan Hindu memiliki kedudukan yang mulia serta menjadi salah satu kunci keharmonisan keluarga. “Wanita dianggap sebagai kunci keharmonisan sebuah keluarga, wanita dianggap sebagai cahaya yang dapat menyinari keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan juga memiliki peran dalam menjalankan dharma, termasuk dalam membangun dan mendidik keluarga. “Seorang perempuan harus berani mengatur rumah tangga dan mendidik anak,” katanya.
Dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali, perempuan memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam pelaksanaan yadnya, terutama dalam menyiapkan berbagai sarana upacara. Sumetri menyebut perempuan Hindu dituntut terampil dalam kegiatan seperti mejahitan dan metanding banten.
“Posisi wanita memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting dalam ajaran agama Hindu, bahkan wanita merupakan tiang yadnya,” jelasnya. Peran tersebut berlangsung mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan sebuah yadnya.
Kemampuan mejahitan juga umumnya diwariskan melalui lingkungan keluarga dan masyarakat. “Proses belajar mejahitan sebenarnya terjadi secara alami, karena setiap anak perempuan yang terlahir dalam keluarga Hindu memang ada tuntutan,” ungkap Sumetri.
Menurutnya, keterampilan tersebut dapat diperkenalkan sejak anak masih kecil dengan membantu pekerjaan ringan yang dilakukan ibunya. “Diawali dulu dengan membantu ibunya mengambil pekerjaan yang ringan,” katanya.
Tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk pewarisan pengetahuan dan budaya Hindu dari generasi ke generasi. Anak perempuan secara bertahap diperkenalkan dengan pembuatan canang dan berbagai sarana upacara yang digunakan dalam kegiatan keagamaan.
Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut juga menekankan pentingnya peran ibu dalam membimbing anak perempuan memahami nilai-nilai agama dan budaya. “Peranan perempuan Hindu terutama ketika sudah menjadi seorang ibu sangat bertanggung jawab dan berperan untuk mendidik anak perempuan belajar mejahitan,” jelasnya.
Selain dalam lingkup keluarga, keterlibatan perempuan dalam kegiatan keagamaan juga memiliki fungsi sosial bagi masyarakat. Aktivitas dalam pelaksanaan upacara dapat memperkuat kebersamaan, solidaritas, serta hubungan antarmasyarakat.
“Melalui ritual agama yang penuh dengan berbagai macam simbol seni tidak hanya merupakan alat efektif untuk menghimpun umat komunitas tetapi juga memantapkan solidaritas,” kata Sumetri. Menurutnya, kegiatan keagamaan menjadi ruang untuk mempererat jalinan persaudaraan dan semangat kebersamaan masyarakat.
Ia menambahkan, perempuan Hindu memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan dari peran laki-laki dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Keduanya memiliki tanggung jawab untuk membangun kehidupan yang harmonis berdasarkan nilai-nilai dharma.
Sumetri juga mengingatkan pentingnya memberikan penghormatan terhadap perempuan dalam kehidupan keluarga. “Wanita sangat berperan penting untuk membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera,” ucapnya.
Ia mengutip ajaran dalam Manawa Dharma Sastra yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap perempuan dalam keluarga. Menurutnya, penghormatan tersebut menjadi salah satu landasan terciptanya keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Perempuan Bali juga memiliki peran dalam memperkuat kehidupan sosial dan budaya melalui berbagai kegiatan adat serta ritual keagamaan. Keterlibatan tersebut membuat perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan kehidupan komunitas.
Sumetri berharap peran perempuan Hindu dalam pelaksanaan yadnya tetap dipertahankan sekaligus disesuaikan dengan perkembangan zaman. “Marilah kita pererat persatuan dan kesatuan agar terwujudnya kehidupan yang damai dan sejahtera,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....