Tradisi Bali Mengajarkan Menunda Kenikmatan demi Masa Depan

  • 04 Jun 2026 17:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Di tengah budaya serba instan yang berkembang saat ini, masyarakat semakin terbiasa memperoleh sesuatu dengan cepat dan langsung menikmati hasilnya. Namun, kearifan lokal Bali ternyata telah lama mengajarkan pentingnya kesabaran dan kemampuan menunda kenikmatan demi kesejahteraan di masa depan.

Dalam acara Rahajeng Bali pada Selasa, 2 Juni 2026, oleh Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Gianyar, I Made Irawan, mencontohkan filosofi sederhana yang dianalogikan dengan hasil panen atau buah yang diperoleh seseorang. Hasil yang didapat tidak seharusnya langsung dihabiskan, melainkan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan secara bijaksana.

Menurutnya, ajaran tersebut mengandung pesan agar masyarakat tidak hanya berfokus pada kepuasan sesaat. Sebaliknya, setiap hasil usaha perlu direncanakan dan dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar dalam jangka panjang.

Dalam pandangan Hindu, harta yang diperoleh melalui kerja keras dan jalan yang benar sebaiknya digunakan secara seimbang. Sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup, sebagian untuk kegiatan dharma atau kepentingan sosial-keagamaan, dan sebagian lagi disimpan sebagai modal atau investasi untuk masa depan.

Filosofi ini dinilai tetap relevan di tengah kehidupan modern. Ketika banyak orang tergoda menghabiskan penghasilan untuk memenuhi keinginan sesaat, ajaran leluhur justru mengingatkan pentingnya menabung, berinvestasi, dan mempersiapkan kebutuhan yang akan datang.

Lebih dari sekadar mengatur keuangan, sikap menunda kenikmatan juga melatih pengendalian diri dan tanggung jawab. Dengan kemampuan mengelola hasil usaha secara bijaksana, seseorang tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan di masa depan.

Melalui nilai-nilai sederhana yang diwariskan turun-temurun, tradisi Bali menunjukkan bahwa kesuksesan bukan hanya soal seberapa banyak yang diperoleh, melainkan juga bagaimana seseorang mampu mengelola dan memanfaatkan hasil tersebut dengan penuh kebijaksanaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....