Belajar Menari Topeng untuk Ngayah dan Pelestarian Budaya
- 21 Mei 2026 13:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Menari topeng tidak semata-mata untuk pertunjukan komersial, namun yang terpenting sebagai bentuk pengabdian dan ngayah di pura. Hal tersebut disampaikan Wayan Suardana (56). Saat ditemui dikediamannya di banjar Laplap Tengah, Penatih, Denpasar Timur, Rabu 20 mei 2026.
Ia mengatakan, niat utamanya belajar tari topeng adalah untuk melestarikan seni budaya Bali sekaligus mempersembahkan kemampuan tersebut sebagai wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Tujuan utama saya adalah untuk ngayah di pura, karena ini merupakan panggilan hati, dan sekaligus menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari,” ucapnya.
Wayan Suardana juga mengatakan, generasi muda Bali perlu terus didorong untuk mencintai seni budaya tradisi, khususnya seni tari yang memiliki kaitan erat dengan adat dan agama Hindu di Bali. Menurutnya, perkembangan teknologi dan budaya modern saat ini jangan sampai membuat generasi muda melupakan akar budaya daerahnya sendiri.
“Di tengah perkembangan teknologi seperti sekarang, kalau generasi muda tidak diarahkan ke dunia seni dan kegiatan positif, mereka bisa lebih mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas. Karena itu seni tradisional dapat menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus pelestarian budaya,”ujarnya.
"Saya berharap langkah ini bisa menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda. Tidak ada kata terlambat untuk belajar seni dan budaya Bali selama ada kemauan dan niat untuk melestarikannya,”ucap Suardana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....