Alam Tak Pernah Berhenti Mengajar, tetapi Tidak Semua Orang Menyadarinya
- 08 Jun 2026 14:39 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Lingkungan alam dan pengalaman hidup memiliki peran besar dalam membentuk karakter, cara berpikir, serta sikap seseorang dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam program siaran Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar bertajuk "Dibentuk oleh Alam" bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer, Senin 8 Juni 2026.
Dalam perbincangan tersebut disampaikan bahwa manusia tidak hanya dibentuk oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pengalaman yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Berbagai peristiwa yang dialami sepanjang hidup turut memberikan pelajaran berharga yang memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan.
Tibah menjelaskan bahwa alam menyediakan ruang pembelajaran yang sangat luas bagi manusia. "Banyak hal yang kita pahami bukan dari teori, melainkan dari pengalaman yang diberikan oleh kehidupan," ujarnya.
Menurutnya, setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang penuh tantangan, memiliki nilai pembelajaran tersendiri. Karena itu, seseorang perlu memiliki kemampuan untuk mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya memperhatikan hubungan manusia dengan lingkungan alam. Alam dinilai tidak hanya menjadi tempat hidup, tetapi juga sumber inspirasi yang mengajarkan tentang kesabaran, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi.
Kejoer menambahkan bahwa pengalaman merupakan guru yang paling efektif dalam membentuk kedewasaan seseorang. "Experience is the best teacher, karena pengalaman memberikan pelajaran yang langsung dirasakan oleh diri sendiri," katanya.
Dalam kehidupan bermasyarakat, pengalaman juga membantu seseorang memahami berbagai karakter dan sudut pandang yang berbeda. Hal tersebut menjadi modal penting untuk membangun sikap saling menghargai dan memperkuat hubungan sosial.
Selain itu, perkembangan zaman yang semakin cepat menuntut masyarakat untuk terus belajar dan beradaptasi. "Semakin banyak melihat, mendengar, dan mengalami, semakin banyak pula pelajaran yang bisa diperoleh," ungkapnya.
Di akhir perbincangan, masyarakat diajak untuk menjadikan setiap pengalaman sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri. "Kadang-kadang tanpa disadari, karakter dan cara berpikir kita telah dibentuk oleh alam serta pengalaman hidup yang kita jalani," tutur Tibah.
Melalui pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu lebih menghargai proses kehidupan dan menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dengan demikian, manusia dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijaksana, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....