Tutur Kata Orang Tua Sangat Berpengaruh Terhadap Pembentukan Karakter Anak
- 14 Apr 2026 06:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar, Ni Luh Komang Alit Rustiani, mengajak umat Hindu untuk menjadikan ucapan sebagai cerminan diri dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikannya dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Selasa, 14 April 2026, yang menekankan pentingnya menjaga tutur kata sebagai wujud pengendalian diri dan kualitas batin.
Rustiani menjelaskan bahwa ucapan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan mencerminkan pikiran, perasaan, dan kepribadian seseorang. Melalui tutur kata, orang lain dapat menilai karakter, kedewasaan, serta pemahaman seseorang terhadap ajaran dharma.
Dalam ajaran Hindu, lanjutnya, ucapan hendaknya disampaikan dengan pertimbangan matang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Terlebih saat emosi tidak terkendali, kata-kata yang terucap tanpa pikir panjang berpotensi melukai orang lain dan merusak hubungan sosial.
Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut juga menyoroti fenomena di media sosial, di mana banyak orang dengan mudah menuliskan komentar kasar tanpa dasar yang jelas. Ia mengingatkan bahwa ucapan di ruang digital memiliki dampak yang sama, bahkan lebih luas dan bertahan lama dibandingkan ucapan langsung.
Menurutnya, umat Hindu seharusnya memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai dharma, bukan melampiaskan emosi. Setiap kata yang ditulis hendaknya mencerminkan tanggung jawab moral dan spiritual sebagai bagian dari yadnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengendalian ucapan merupakan bagian penting dari Tri Kaya Parisudha, yakni berpikir, berkata, dan berbuat yang baik. Dalam hal ini, ucapan menempati posisi strategis karena dampaknya dapat dirasakan secara langsung oleh orang lain.
Ia juga menguraikan bahwa ucapan yang ideal harus berlandaskan pada empat prinsip, yakni satya (kebenaran), madhura (kelembutan), hita (kemanfaatan), dan priya (menyenangkan). Keseimbangan antara kebenaran dan cara penyampaian yang baik menjadi kunci agar ucapan tidak melukai perasaan.
"Dalam lingkungan keluarga, tutur kata orang tua sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak," ungkap Rustiani. Ia menambahkan, ucapan yang penuh kasih sayang dapat menumbuhkan rasa percaya diri, sementara kata-kata kasar berpotensi meninggalkan luka batin.
Di masyarakat, ucapan yang bijak mampu meredakan konflik, sedangkan kata-kata provokatif justru memperkeruh suasana. Oleh karena itu, kemampuan menjaga ucapan menjadi faktor penting dalam menjaga keharmonisan sosial.
Alit Rustiani juga mengingatkan bahwa ucapan merupakan bagian dari hukum karma, di mana setiap kata membawa konsekuensi. Ucapan yang baik akan menghasilkan karma baik, sedangkan ucapan buruk akan membawa dampak sebaliknya.
"Mari kita membiasakan diri berpikir sebelum berbicara, mengendalikan emosi, serta menghindari gosip dan fitnah," ajaknya. Ia mengatakan, dengan latihan konsisten dalam menjaga ucapan, maka kita dapat meningkatkan kualitas spiritual dan kedewasaan diri.
Melalui siaran ini, pendengar diajak untuk menjadikan ucapan sebagai sarana membangun hubungan harmonis dengan sesama dan Tuhan. Dengan tutur kata yang jujur, lembut, dan penuh kasih, diharapkan tercipta kehidupan yang damai dan penuh kebahagiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....