Satu Komentar Bisa Jadi Konflik Besar, Ada Apa dalam Pikiran Kita ?
- 03 Jun 2026 12:51 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Badung, Nengah Budiantara, mengajak umat Hindu untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Pesan tersebut disampaikan dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar yang mengangkat tema Mengendalikan Pikiran di Era Media Sosial, Senin 1 Juni 2026.
Menurut Budiantara, media sosial memberikan banyak manfaat dalam mempermudah komunikasi dan penyebaran informasi. Namun, kecepatan informasi juga dapat memicu emosi dan konflik apabila tidak disikapi dengan pengendalian diri yang baik.
“Media sosial tentu membawa banyak manfaat, tetapi di balik kemudahan itu ada tantangan yang perlu kita sadari,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa banyak perdebatan dan perselisihan di ruang digital berawal dari pikiran yang tidak terkendali.
Dalam ajaran Hindu, pikiran atau manah memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kehidupan seseorang. Pikiran yang dipenuhi kebijaksanaan akan membawa ketenangan, sedangkan pikiran yang dikuasai emosi dapat menjadi sumber penderitaan.
“Akar dari banyak konflik sebenarnya berada pada cara kita mengelola pikiran kita sendiri,” kata Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut. Ia menambahkan bahwa kesadaran terhadap proses munculnya emosi dapat membantu seseorang menghentikan konflik sebelum berkembang menjadi lebih besar.
Budiantara juga mengingatkan pentingnya penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha yang meliputi berpikir, berkata, dan berbuat yang baik. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan karena setiap ucapan dan tindakan selalu berawal dari pikiran.
“Segala sesuatu yang dilakukan manusia selalu berawal dari pikiran,” ungkapnya. Karena itu, pengendalian pikiran menjadi langkah awal untuk membangun kehidupan yang harmonis, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
Ia menilai media sosial pada dasarnya hanyalah alat yang dapat digunakan untuk tujuan positif maupun negatif. Penggunaannya sangat bergantung pada kondisi pikiran dan niat dari setiap individu yang memanfaatkannya.
“Jika kita mampu mengendalikan pikiran, maka perkataan kita akan menjadi lebih bijaksana dan tindakan kita akan membawa kebaikan bagi orang lain,” tuturnya. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi sarana untuk menyebarkan nilai-nilai positif, mempererat persaudaraan, dan menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Menutup pemaparannya, Budiantara mengajak masyarakat untuk melatih kesadaran diri, berpikir positif, serta tidak mudah terpancing oleh perbedaan pendapat di media sosial. Ia berharap setiap pengguna media digital mampu menjadikan teknologi sebagai sarana menebarkan kedamaian, kebijaksanaan, dan kebaikan bagi sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....