Bukan Sekadar Naskah Kuno, Sastra Aji Bisa Mengubah Cara Pandang dalam Hidup

  • 03 Jun 2026 12:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.co.id, Denpasar — Pentingnya mempelajari Sastra Aji sebagai warisan pengetahuan leluhur Bali menjadi topik utama dalam siaran Obrolan Galang Kangin Pro 4 RRI Denpasar bersama I Nyoman Sunarta dan Made Kapeng, Rabu, 3 Juni 2026. Keduanya menekankan bahwa Sastra Aji tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tradisional, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam perbincangan tersebut dijelaskan bahwa belajar Sastra Aji merupakan bagian dari upaya memahami nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. Pengetahuan tersebut dinilai mampu menjadi pedoman dalam membangun sikap hormat kepada orang tua, guru, dan sesama manusia.

Kapeng mengatakan, "Malajahin Sastra Aji bukan sekadar mencari pengetahuan, tetapi juga membangun budi pekerti dan kebijaksanaan hidup." Ia menambahkan bahwa ajaran leluhur mengandung nilai moral yang tetap relevan meskipun masyarakat telah memasuki era modern.

Pembelajaran Sastra Aji juga dipandang sebagai sarana untuk mengenali potensi diri dan memperluas wawasan. Melalui pemahaman yang mendalam, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan secara bijaksana serta tidak melupakan akar budayanya.

Sementara Sunarta menyampaikan, "Ilmu pengetahuan harus digunakan untuk memperkuat kualitas diri dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar." Menurutnya, seseorang yang terus belajar akan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selain itu, Sunarta dan Kapeng juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua sebagai sumber pembelajaran pertama dalam kehidupan. Sikap hormat tersebut diyakini menjadi fondasi dalam membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab.

"Orang tua adalah guru utama yang menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini," ujar Sunarta. Ia menilai penghargaan terhadap orang tua merupakan bagian penting dari implementasi ajaran yang terkandung dalam Sastra Aji.

Di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat, generasi muda diajak untuk tidak berhenti belajar serta terus mengembangkan kemampuan diri. Semangat mencari ilmu dinilai sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya Bali.

Menutup dialog, Kapeng mengajak masyarakat untuk menjadikan Sastra Aji sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan modern. "Warisan leluhur akan tetap hidup jika dipelajari, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Melalui pemahaman terhadap Sastra Aji, masyarakat diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan pelestarian nilai budaya. Dengan demikian, warisan intelektual dan spiritual leluhur Bali dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....