Mengenal 9 Filosofi Jawa Bulan Suro

  • 16 Jul 2024 15:07 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Ki H. Joko Setiono, ST. M, MT, dalam acara siaran berjaringan Suara Budaya Nusantara, Selasa (16/07/2024). Menjelaskan bahwa dibulan suro ada 9 (sembilan) filosofi Jawa yang sering diajarkan.

"Dalam masyarakat Jawa dibulan suro ini ada 9 filosofi yang sering diajarkan, pertama urip iku urup yang artinya Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, kedua memayu hayuning bawana artinyaManusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak," jelasnya.

"Lalu ada suro diro joyo jayadiningrat, lebur dening pangastuti, yang artinya Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar, kemudian ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji, sugih tanpo bondho nartinya berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan, yang kelima datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan maknanya jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu," tambahnya.

"Ojo gumunan, ojo getunan, ojo kagetan, ojo amelan, filosodi ini artinya jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja, kemudian ojo ketungkul marang kelungguhan, kadonyan lan keramenan yang artinya janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi, ojo kuminter mundak keblinger, ojo cidra mundak cilaka maknanya jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka, yang terakhir adalah ojo adigang, adigung, adiguna yang artinya jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti, di atas langit masih ada langit Salam berbahagia dan seduluran sak lawase semuanya," terangnya.

Dalam penutupnya Ki Joko mengatakan filosofi jawa ini menjadi pedoman masyarakat jawa dalam menjalani kehidupan.

" 9 filosofi jawa ini menjadi pedoman masyarakat jawa dalam menjalani kehidupan bermasyarakat," tutupnya. (DS)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....