Wartelsuspas, Cara Lapas Pasuruan Permudah Komunikasi WBP dengan Keluarga

  • 25 Jun 2024 13:02 WIB
  •  Malang

KBRN, Pasuruan : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pasuruan tak pernah berhenti berinovasi dalam hal pelayanan.

Kali ini adalah Warung Telepon Khusus Lapas alias Wartelsuspas. Layanan komunikasi ini sudah mulai digunakan oleh ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Pasuruan sejak awal tahun ini.

Menariknya, wartel ini dikemas lebih modern dan lengkap. Bangunan fisiknya menyerupai cafe-cafe berjalan yang ada di Kota-Kota Besar seperti Bandung, Jakarta dan Surabaya, dan ditempatkan dekat dengan blok-blok tahanan di dalam Lapas Pasuruan.

Di dalam Wartelsuspas tersebut, tersedia banyak telepon. Bahkan totalnya mencapai 40 buah. Termasuk tambahan enam tablet untuk melengkapi para WBP yang ingin bertatap muka via wajah alias video call.

Kepala Lapas II B Pasuruan, Ma'ruf Prasetyo Hadianto mengatakan, Wartelsuspas yang baru ini merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada WBP.

Baginya, komunikasi antara WBP dengan keluarganya adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting. Oleh sebab itu, wartel yang dibangun pun harus bagus, nyaman dan representatif.

"Wartelsuspas ini kami bangun supaya warga binaan pemasyarakatan di sini juga senang karena bisa berkabar dengan keluarganya. Mereka harus menelpon dalam kondisi yang nyaman, tempatnya juga mendukung," katanya, Selasa (25/6/2024).

Untuk dapat menggunakan fasilitas ini, Lapas Pasuruan sudah memberikan jadwal di setiap harinya. Jamnya pun sudah ditentukan mulai pukul 8 pagi hingga 4 sore.

Kata Ma'ruf, selama setiap nomor keluarga WBP sudah tercatat. Begitu pun dengan seluruh isi percakapan juga telah terekam dalam komputer.

"Petugas keamanan juga terus mendampingi para WBP ketika menggunakan wartelsuspas. Sehingga pengawasan tetap kami lakukan demi keamanan bersama," terangnya.

Lebih lanjut Ma'ruf menegaskan bahwa tidak ada peredaran uang yang terjadi di dalam Lapas Pasuruan. Sehingga seluruh pembayaran tarif telepon melalui e-cash di kantin atau wartelsus pas yang sudah ada.

"Begitu selesai menelpon keluarganya, WBP langsung ke kasir untuk melakukan pembayaran melalui e-cash. Kami tegaskan di Lapas Pasuruan tidak ada peredaran uang maupun handphone, zero kasus di sini," tegasnya.

Terpisah, salah satu WBP, Zamroni mengaku hampir setiap sore dirinya memanfaatkan Wartelsuspas tersebut. Selain tempatnya yang sejuk, di depan wartel juga ada kantin, sehingga ia bisa ngopi sambil teleponan.

Dalam sekali nelpon, ia bisa sampai 15 menit sepanjang tidak ada antrian dari WBP lainnya.

"Kalau antri ya telponnya lima menitan. Tapi kalau gak antri bisa sampai 15 menit. Habisnya sepuluh ribu rupiah," ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....