Tradisi Lungsuran, Pertanda Berakhirnya Ritual Adat Seblang Olehsari

  • 22 Apr 2024 22:58 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Tradisi Lungsuran menjadi simbol akhir dari rangkaian ritual adat Seblang Olehsari di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Tradisi ini dilaksanakan sehari setelah ritual adat Seblang Olehsari selesai, di depan rumah sesepuh Seblang Olehsari, Senin (22/4/2024).

Dalam tradisi Lungsuran, para pelaku ritual adat Seblang, seperti anggota adat, penari Seblang, sinden, penabuh gamelan, dan beberapa orang lainnya, dimandikan dengan air dari tujuh sumber mata air di Desa Olehsari. Air yang digunakan dicampur dengan berbagai bunga yang telah didoakan sebelumnya.

Ketua adat Desa Olehsari, Ansori, menjelaskan bahwa tradisi lungsuran ini merupakan prosesi untuk membersihkan diri para pelaku ritual adat Seblang Olehsari dari kotoran fisik dan spiritual. Tradisi ini diyakini mampu menjauhkan diri dari kesialan atau energi negatif.

"Lungsuran ini diyakini untuk menjauhkan diri dari sengkolo atau energi negatif pada diri kita. Tak luput juga kita semua memohon ridho dari Tuhan Yang Maha Esa." ujar Ansori, Senin (22/4/2024).

Proses lungsuran diawali dengan penyiram air oleh sesepuh adat Desa Olehsari kepada penari Seblang terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh para pelaku seblang lainnya Setelah proses memandikan, para pelaku Seblang dan seluruh masyarakat menggelar selamatan dengan hidangan pecel pitik dan jenang abang sebagai penutup dari kegiatan ritual Seblang Olehsari di rumah sesepuh adat.

Lebih dari sekadar membersihkan diri, tradisi lungsuran menjadi simbolisasi makna mendalam dari ritual adat Seblang Olehsari. Tradisi ini tidak hanya melestarikan budaya dan tradisi leluhur, tetapi juga menjadi momen untuk memohon keselamatan dan tolak bala bagi seluruh masyarakat Desa Olehsari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....