APTRI Minta PG Assembagoes Naikkan Rendemen Tebu
- 08 Agt 2023 17:47 WIB
- Jember
KBRN, Situbondo: Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI)
Cabang Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, meminta Pabrik Gula (PG)
Assembagoes menaikkan rendemen atau kandungan gula dalam batang tebu menjadi 8
persen.
Sekretaris APTR Cabang Kecamatan Asembagus, Situbondo, Herman Fauzi mengaku, sudah waktunya rendemen dinaikkan. Bercermin kepada PG Pandjie di Kecamatan Panji, Situbondo dan PG Prajekan di Bondowoso, rendemen sudah di atas 8 persen.
"PG Assembagoes sampai saat ini masih 7,6 persen. Padahal PG terdekat seperti PG Pandjie dan PG Prajekan sudah di atas 8 persen,” ujar Herman Fauzi kepada RRI, Selasa (8/8/2023).
Herman Fauzi mewakili petani tebu di Situbondo mengemukakan, kenaikan rendemen tebu menjadi 8 persen atau di atasnya akan berdampak terhadap pendapatan petani tebu. Oleh karena itu ia berharap, kenaikan itu segera dilakukan PG Assembagoes.
“Kenaikan rendemen tebu itu karena beberapa pertimbangan di antaranya, kualitas kandungan gula dalam tebu sudah lebih baik karena tanaman tebu petani sudah matang,” ucapnya.
Hal tersebut didukung oleh cuaca yang sejak sebulan lebih sudah memasuki memasuki musim kemarau, sehingga mendukung terhadap kualitas tebu. Selain itu, giling tebu di PG Assembagoes selama ini tidak terkendala apapun dan lancar.
Sementara itu, General Manajer PG Assembagoes Situbondo Mulyono mengaku bahwa pabrik gula belum bisa mengambil keputusan untuk menaikkan rendemen tebu karena bahan baku di wilayah PG Pandjie dan PG Prajekan tidak bisa disamakan dengan tebu rakyat yang ada di wilayah PG Assembagoes.
"Kami masih melihat ada tebu yang kering masuk PG dan harus kami selesaikan. Bahkan ada tebu yang terbakar sampai dua minggu baru digiling. Inilah yang mempengaruhi rendahnya rendemen. Dan kondisi ini harus kita pahami bersama,” ungkapnya.
Sampai saat ini, rendemen rata-rata mutu bahan baku tebu mencapai 7,6 hingga 7,9 persen. Ia berharap dalam waktu dekat rendemen tebu mampu mencapai angka 8 bahkan di atasnya, sehingga para petani bisa meraup keuntungan lebih.
“Jadi untuk sementara kami belum bisa menaikkan rendemen karena melihat mutu bahan baku tebu yang digiling masih ada yang kering. Namun kami optimis rendemen bisa segera naik," tutup Mulyono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....