Danantara-Berdikari Resmikan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Ngajum

  • 06 Feb 2026 17:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - PT Berdikari meresmikan pembangunan Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 6 Februari 2026.

Peresmian ini merupakan bagian dari program pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi yang diresmikan Danantara sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional dan rantai nilai industri peternakan.

Direktur Utama PT Berdikari Maryadi menegaskan proyek ini menjadi fondasi penting kemandirian protein nasional.

“Pembangunan kandang dan hatchery GPS ini merupakan komitmen nyata PT Berdikari untuk memperkuat hulu industri perunggasan nasional secara terintegrasi, sekaligus memastikan ketersediaan bibit ayam berkualitas guna mendukung ketahanan pangan dan program strategis pemerintah,” ujar Maryadi.

Ia menambahkan, sebagai BUMN peternakan di bawah holding pangan ID FOOD, Berdikari berperan aktif mendorong pemerataan produksi ayam nasional. 

“Kapasitas produksi yang dibangun tidak hanya menjawab kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memperkuat ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan berdaya saing,” katanya.

Kebutuhan daging ayam nasional saat ini mencapai sekitar 5 juta ton per tahun, sementara produksi masih berada di kisaran 4 juta ton dan terpusat di Pulau Jawa. Kondisi tersebut mendorong penguatan fasilitas hulu untuk menjamin kesinambungan pasokan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyatakan pembangunan fasilitas GPS ini memiliki peran strategis dalam rantai perunggasan nasional.

“Fasilitas yang dibangun di atas lahan 5,6 hektare ini memiliki kapasitas 18.000 ekor GPS, dengan potensi menghasilkan sekitar 900 ribu Parent Stock dan hingga 130 juta Final Stock. Ini akan menjadi penopang penting bagi peningkatan produksi ayam pedaging nasional,” tegas Agung.

Bibit Parent Stock dari fasilitas ini direncanakan didistribusikan ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa untuk mendukung produksi ayam pedaging yang efisien dan berkelanjutan. Proyek ini juga diproyeksikan menghasilkan daging ayam karkas sekitar 169 juta kilogram, sekaligus mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Selain memperkuat pasokan protein hewani, pembangunan kandang dan hatchery GPS terintegrasi ini diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, penguatan industri peternakan daerah, serta peningkatan aktivitas ekonomi lokal.

Peresmian dihadiri jajaran komisaris dan direksi PT Berdikari, antara lain Komisaris Utama Fernando T. Rorimpandey, Komisaris Independen Cahaya Dwi Rembulan Sinaga, Direktur Utama Maryadi, serta Direktur Keuangan dan SDM Kaspiyah. Acara juga dihadiri secara daring oleh CEO Danantara Rosan Roeslani dan CIO Danantara Dony Oskaria, serta secara luring oleh sejumlah pejabat pusat dan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....