RRI Malang Siapkan Dukungan untuk Program Radio Digital
- 10 Des 2025 15:00 WIB
- Malang
KBRN, Malang: RRI Malang menjadi bagian dari program Radio Digital DAB+ yang digagas pemerintah. Program ini dinilai penting untuk pengaturan frekuensi secara lebih efisien.
Co Transmitter RRI Malang, Yoyok Priyo menjelaskan alasan keterlibatan intansinya dalam program tersebut. “Ini merupakan salah satu program pemerintah untuk merapikan frekuensi,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Ia menyebut sistem DAB+ memungkinkan banyak stasiun disiarkan melalui satu pemancar. Teknologi ini meniru model televisi digital yang sudah diterapkan pemerintah.
Menurut Yoyok, satu pemancar dapat menampung hingga 30 slot siaran radio. Saat ini sekitar 15 radio swasta sudah bergabung dalam sistem tersebut.
Ia menambahkan bahwa proses digitalisasi frekuensi radio masih menunggu kebijakan lanjutan pemerintah. “Apakah nanti seperti televisi digital, saya juga belum tahu,” jelasnya.
RRI Malang telah membagikan beberapa perangkat penerima kepada radio swasta sebagai dukungan awal. Langkah ini dilakukan sambil menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
Humas RRI Malang, Anandia Nana, menjelaskan proses distribusi perangkat kepada radio swasta di Malang Raya. Nana menyebut tidak semua radio dapat langsung dimasukkan karena kendala teknis.
“Beberapa streaming belum bisa masuk karena formatnya berbeda,” ungkapnya.
Ia meminta alamat streaming asli sebelum proses integrasi dilakukan. Nana menambahkan bahwa koordinasi dilakukan langsung dengan setiap stasiun radio untuk memastikan keakuratan data. Proses ini dinilai lebih mudah dibanding mengambil data dari server eksternal.
RRI Malang menargetkan distribusi 100 perangkat radio kepada berbagai instansi dan komunitas. Saat ini sekitar 12 radio swasta sudah menerima perangkat sebagai langkah awal promosi DAB+. (Rizky Dharmawan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....