Lapas Samarinda Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat UMKM
- 26 Okt 2025 08:48 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Lembaga Pemasyarakatan sering kali identik dengan sanksi dan pembatasan. Namun, di balik dinding kokoh Lapas Kelas II Samarinda, kini tumbuh semangat baru, semangat kemandirian dan harapan. Melalui 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, warga binaan diarahkan untuk lebih produktif di bidang UMKM dan ketahanan pangan.
Langkah ini menjadi wujud nyata bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan pengembangan keterampilan hidup. Di area Lapas Samarinda, barisan pot hidroponik berisi tanaman tomat dan terong menjadi pemandangan yang menyejukkan, berdampingan dengan kolam berisi ribuan ikan lele yang siap panen.
Kasubsi Sarana Kerja Lapas Kelas II Samarinda, Efaldi Butar Butar , mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program akselerasi menteri yang menitikberatkan pada ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Dalam rangka mendukung program akselerasi menteri, di Lapas Kelas II Samarinda kami melakukan pembinaan hidroponik dengan sekitar 150 pot terong dan 150 pot tomat. Selain itu, di bidang perikanan kami sudah menyiapkan 6.000 bibit lele dan sekitar 200 kilogram siap panen minggu depan,” ujarnya.
Efaldi menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi warga binaan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri. Melalui pembinaan yang terarah, mereka tidak hanya sekadar belajar bercocok tanam atau beternak ikan, tetapi juga memahami pentingnya bekerja keras dan mengelola hasil secara mandiri.
Selain kegiatan ketahanan pangan, program ini juga menyentuh sektor industri kreatif dan keterampilan tangan. Warga binaan diberikan pelatihan kerja agar mampu menghasilkan produk yang layak jual dan memiliki nilai ekonomi.
Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelola Hasil Kerja Lapas Kelas II Samarinda, Ali Yunus, mengatakan pelatihan diberikan secara menyeluruh mulai dari proses produksi, sertifikasi, hingga strategi pemasaran.
“Kami menyediakan pelatihan sertifikasi, branding, dan jalur pemasaran agar setiap karya memiliki nilai ekonomi tinggi. Beberapa produk seperti lemari dan sofa kini sedang dikerjakan untuk memenuhi permintaan masyarakat luar,” katanya.
Melalui berbagai kegiatan ini, Lapas Kelas II Samarinda ingin menegaskan makna sejati dari pemasyarakatan, bukan sekadar menghukum, tetapi membina warga binaan agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, produktif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Kini, lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat rehabilitasi, melainkan juga menjadi simpul kemandirian dan pusat pemberdayaan menuju masa depan yang lebih baik. Dari tanaman hidroponik hingga perabotan rumah tangga, dari pembinaan hingga kemandirian, semua dirangkai dalam satu tekad: menjadikan warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan kemampuan baru dan semangat baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....