Korban Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Dimakamkan di Jember

  • 12 Okt 2025 11:08 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Rafi Catur Okta Mulya (17), santri asal Surabaya yang menjadi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, dimakamkan di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Keputusan ini diambil atas permintaan keluarga, karena keluarga besar almarhum berasal dari wilayah tersebut. Ayahanda almarhum, Mulyono, menceritakan awal kabar duka itu ia ketahui.

Ia semula hanya mendapat informasi bahwa terdapat banyak ambulans di sekitar Ponpes Al Khoziny, hingga akhirnya memastikan bahwa bangunan pondok baru di kawasan Buduran itu memang runtuh.

“Saya langsung minta tolong teman dan pihak kepolisian untuk memastikan kondisi anak saya. Ternyata benar. Saya siapkan data-data anaknya, tapi dua hari belum ketemu,” ujarnya, saat on air di Halo RRI, Senin (6/10/2025).

Pada malam ketiga pasca kejadian itu, Rafi akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mulyono mengaku ikhlas atas kepergian putra bungsunya itu. Ia juga menegaskan tidak akan menuntut pihak pondok pesantren atas peristiwa tersebut.

“Saya anggap ini takdir dari Allah. Anak saya baru tiga bulan mondok di sana. Saya sudah ikhlas dan tidak menuntut apa pun,” katanya.

Rafi merupakan anak keempat dari empat bersaudara dan satu-satunya putra dalam keluarga Mulyono. Prosesi pemakaman berlangsung sederhana di tanah kelahiran ayahnya di Tanggul Kulon, Jember, dihadiri keluarga besar dan warga sekitar.

Data dari RRI Surabaya menyebut bahwa hingga 9 Oktober 2025, tim DVI Polda Jawa Timur telah mengidentifikasi 48 korban dan jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 50 korban, teridentifikasi dari insiden tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....