Forkopimda Bondowoso Bersih-bersih Pasar Induk
- 21 Sep 2025 12:59 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso: Pemerintah daerah Bondowoso bersinergi dengan para pegiat lingkungan yang berdedikasi untuk menjalankan kegiatan mulia dalam membersihkan seluruh pasar yang tersebar di wilayah tersebut. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih bagi para penduduk, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan tempat umum.
Aksi kolaboratif antara pihak pemerintah dan masyarakat lokal menjadi contoh yang inspiratif dalam usaha melestarikan lingkungan demi kepentingan bersama.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i, serta Ketua DPRD Ahmad Dhafir ikut terjun langsung membersihkan sampah di Pasar Induk Bondowoso.
Menurut Aris Agung Sungkowo, aksi ini dilakukan dalam rangka World Clean Up Day 2025. Seluruh pasar yang ada di Bondowoso di bersihkan. Di antaranya yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Nangkaan, Pasar Kotakulon, hingga Alun-alun Bondowoso.
"Bukan cuma di Pasar Induk, semua kami gerakkan. Untuk melakukan kerja bakti bersama," ujarnya.
Ia menjelaskan aksi ini membawa pesan pada masyarakat bahwa sampah menjadi tanggung jawab bersama. Karena itulah, sampah yang dihasilkan masyarakat sudah harus dipilah dan dipilih dari ke hilir ke hulu
"Keinginan kegiatan ini bersih-bersih tak hanya satu kali. Tapi masyarakat sadar bahwa sampah harus dipilih hilir ke hulu," ujarnya.
Menurutnya hasil bersih-bersih sampah dalam 2 jam ini akan dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Hasil bersih sampah di Pasar Induk Bondowoso menghasilkan sekitar 315 kilogram. Terperinci yakni sampah residu 1 kilogram sampah anorganik 93 kilogram, dan sampah organik 221 kilogram, serta 2 grobak sampah campuran.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menerangkan, pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi permasalahan sampah di Bondowoso.
Mulai dari mengeluarkan surat edaran untuk pemilahan sampah dimulai sari rumah tangga.
Kemudian, terkait kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Paguan, Kecamatan Tamankrocok diminta untuk ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Kini, pemerintah telah menyiapkan lahan baru seluas 5 hektar, di Desa Sumberkokap, Kecamatan Tamankrocok.
"Sementara yang kita pikirkan adalah seperti diharapkan KLH, Controled Fill. Jadi sampah itu ditutup," ujarnya.
Di lain sisi, kata Bupati Hamid, pihaknya tengah menjajaki upaya kerjasama dengan beberapa investor.
Pertama, ada investor Jepang untuk mengelola sampah. Dimana investor ini membutuhkan debit sampah 1.000 ton per hari. Namun, mencari skema yang tepat, utamanya ongkos pengangkutan.
"Nanti sampahnya dipilah dan akan menjadi produk utamanya itu batu bara sintetis," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga sedang berkomunikasi dengan investor yang akab mengelola sampah menjadi beberapa produk. Seperti, Bio Fuel, briket, pupuk, dan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....