Optimalisasi Data Geospasial Untuk Pembangunan Inklusif di NTT
- 17 Sep 2025 16:28 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Pemerintah Provinsi NTT menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Data Kependudukan Berbasis Geospasial dengan tema “Strategi Pembangunan Inklusif di Wilayah Kepulauan Provinsi NTT” di Aston Kupang Hotel, Rabu (17/9/2025). Rapat ini dihadiri jajaran Kemenko Polhukam RI, pimpinan DPRD NTT, Forkopimda, BPS, kepala Dinas Dukcapil dan Dinsos kabupaten/kota se-NTT, serta pimpinan perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan data kependudukan yang akurat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Laporan semester I tahun 2025 menunjukkan dua catatan penting yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Pertama, dari total wajib KTP-el sebanyak 4.142.148 jiwa, sudah 95,42% yang terekam, namun masih tersisa 189.488 warga yang perlu dilayani. Kedua, dari 269.789 anak usia 0–4 tahun yang wajib memiliki akta lahir, baru 76,88% yang tercatat, sehingga masih ada 62.381 anak yang belum memiliki dokumen penting tersebut.
Menurutnya, angka tersebut menjadi alarm sekaligus tantangan. Untuk itu, ia mendorong pelayanan Dukcapil agar lebih proaktif dengan metode jemput bola, menjangkau hingga desa, pulau kecil, dan wilayah terpencil.
Pemerintah provinsi siap mendukung melalui kebijakan serta instruksi kepada bupati/wali kota dan DPRD agar mengalokasikan anggaran khusus percepatan layanan administrasi kependudukan.
“Target kita jelas. Hingga akhir 2025, perekaman KTP-el harus tembus 99 persen, sementara akta lahir anak usia 0–4 tahun minimal 95 persen. Untuk mencapai itu, perlu ada sistem monitoring yang transparan dan diperbarui rutin agar langkah korektif bisa segera dilakukan,”kata Gubernur.
Gubernur menekankan optimalisasi data berbasis geospasial bukan sekadar program teknis, melainkan strategi besar untuk pembangunan NTT yang inklusif. Dengan data yang akurat, setiap pulau, desa, dan kecamatan dapat dipetakan kebutuhannya sehingga kebijakan pembangunan menjadi lebih terarah dan tepat sasaran.
“Mari bersama wujudkan NTT yang inklusif, adil, dan sejahtera, di mana tidak ada warga dan pulau yang tertinggal. Ayo Bangun NTT!” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....