Festival Jelajah Maumere 2025 Usung Tema Wini Ronan
- 15 Sep 2025 20:47 WIB
- Ende
KBRN, Sikka : Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan kembali menggelar Festival Jelajah Maumere (FJM) pada 17–20 September 2025. Festival tahunan ini mengusung tema "Wini Ronan (g)", yang berarti lumbung benih, sebagai simbol akar budaya masyarakat agraris Sikka.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, F. Even Edomeko, S.Fil, menjelaskan bahwa tema tersebut merefleksikan nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh dari tradisi bertani dan berladang. “Wini Ronan adalah cara kita mengingat bahwa budaya kita lahir dari tanah dan kerja bersama,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).
FJM 2025 akan dipusatkan di Lapangan Umum Kota Baru Maumere dengan beragam pertunjukan budaya dan kegiatan masyarakat. Agenda ini diharapkan mampu mempromosikan pariwisata Sikka, melestarikan budaya lokal, serta menggerakkan ekonomi kreatif.
Even menekankan pentingnya menggali kembali warisan budaya seperti ritus Sako Seng, yang merupakan kerja sama dalam penyiapan lahan bercocok tanam. Menurutnya, setiap fase bertani di Sikka selalu diiringi oleh upacara adat, seni, dan kepercayaan turun-temurun.
Sebagai contoh, ia menyebut tradisi tu teu di Kecamatan Paga dan Mego serta wotan wurat di Hewokloang, yang merupakan upacara adat untuk mengusir hama tanaman. Sementara saat panen, masyarakat mengekspresikan rasa syukur melalui tarian seperti Togo Pare dan Tari Ga’i.
“Bahkan dalam cerita rakyat Dua Nalu Pare, digambarkan bahwa padi berasal dari tubuh manusia, menunjukkan kuatnya relasi antara manusia, alam, dan pangan,” tambah Even. Hal ini, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya pelestarian benih lokal yang kini mulai hilang.
Selain pertunjukan budaya, FJM 2025 juga akan diramaikan dengan pameran UMKM, bazar kuliner lokal, hingga lomba-lomba seperti Fun Run, Fun Bike, Fashion Show, dan Mobil Hias. Kegiatan ini dirancang agar masyarakat terlibat aktif dan merasa memiliki festival ini.
Sekitar 5.000 peserta ditargetkan akan ambil bagian dalam FJM 2025, mulai dari komunitas seni, sanggar budaya, sekolah, desa wisata, hingga pelaku UMKM dan instansi pemerintah. “Festival ini milik semua warga Sikka, bukan hanya acara seremonial,” ujar Even.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar media dapat berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi seputar FJM 2025. “Kami sangat berharap dukungan publikasi dari media demi kejayaan daerah dan kebanggaan masyarakat Sikka,” pungkasnya.
Dengan semangat "Wini Ronan (g)", Festival Jelajah Maumere 2025 tak hanya menjadi perayaan seni dan budaya, tetapi juga momentum kebangkitan identitas lokal dan kemandirian pangan di Kabupaten Sikka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....