BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Timur

  • 15 Sep 2025 20:29 WIB
  •  Jember

KBRN, Bayuwangi: Stasiun Meteorologi, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Banyuwangi dan sekitarya, hingga tiga hari kedepan. Kondisi ini dipengaruhi beberapa fenomena global yang mendorong pembentukan awan hujan intensif.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Rezky Prasetyo, menjelaskan saat ini Jawa Timur termasuk Banyuwangi sedang dilintasi fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuator Rossby dan Kelvin. Ketiganya berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan dan potensi cuaca buruk.

“Dampaknya, berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi seperti gelombang tinggi, hujan intensitas sedang disertai petir, banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. Ini yang perlu diwaspadai,” ujar Rezky, Senin (15/9/2025).

Rezky menambahkan, gelombang Rossby dan Kelvin adalah fenomena atmosfer yang mengindikasikan potensi berkumpulnya awan hujan berskala luas. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di perairan selatan Jawa Timur turut memicu pertumbuhan awan konvektif.

“Biasanya awan hujan ini berkumpul di wilayah yang dilewatinya. Untuk saat ini, gelombang Rossby sedang melintas di Jawa Timur,” kata Rezky.

Khusus untuk Banyuwangi, tinggi gelombang laut diperkirakan berada pada kategori sedang hingga tinggi.

“Di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, gelombang laut berkisar 0,2 hingga 1,5 meter. Kecepatan angin tercatat antara 3 hingga 20 knot, dengan kondisi cuaca bervariasi dari berawan hingga hujan ringan. Fenomena ini diprediksi masih berlangsung dalam tiga hari ke depan,” ucap Rezky.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengungkapkan pihaknya telah diminta untuk mengantisipasi potensi badai Rossby dan Kelvin. Gelombang ini sebelumnya melintasi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali sebelum menuju Jawa Timur.

“Kami sudah bersiap melakukan upaya antisipasi, salah satunya dengan operasi modifikasi cuaca apabila terjadi badai hujan. Tapi kita lihat dulu, kira-kira di bagian mana wilayah kita yang akan kita lakukan OMC,” ujar Adhy saat membuka Jambore III Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Grand Watu Dodol, Banyuwangi, Sabtu (13/9/2025).

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, memperbarui informasi cuaca resmi, dan berhati-hati saat beraktivitas di laut maupun daerah rawan bencana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....