BPBD Mahakam Ulu Pantau Kenaikan Air Sungai Mahakam

  • 12 Sep 2025 07:17 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Mahakam Ulu melaporkan potensi kenaikan muka air Sungai Mahakam pada Kamis (11/9) hingga Jumat (12/9/2025). Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan banjir di sejumlah kecamatan.

Hasil pemantauan Tim TRC BPBD Mahakam Ulu mencatat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Long Apari, Long Pahangai, Long Bagun, Laham, dan Long Hubung. Peningkatan debit air dipicu hujan ringan hingga lebat dengan intensitas mencapai 51–100 mm per hari berdasarkan data BMKG Kalimantan Timur.

Pada pukul 07.15 WITA, 11 September, tinggi muka air di pos pantau Sungai Mahakam, Jembatan Pelabuhan Wasdal Dishub Ujoh Bilang, tercatat 5,58 cm. Kondisi air di Long Pahangai terus naik perlahan. Di beberapa titik, seperti Kampung Agung Kecamatan Mahak, ketinggian air bahkan mencapai di atas mata kaki orang dewasa.

Sejumlah rumah warga ikut terdampak, antara lain di Kecamatan Long Bagun: Mamahak Besar 5 rumah, Long Ilir 7 rumah, Long Merah 3 rumah, dan Ujoh Bilang 4 rumah. Di Kecamatan Long Hubung, terdapat 3 rumah rusak akibat genangan. Sementara di Laham, tepatnya Kampung Long Gelawang, 2 rumah juga terdampak. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa.

Sebagai langkah darurat, BPBD Mahakam Ulu melakukan koordinasi dengan camat dan petinggi setempat, menyebarkan imbauan kewaspadaan kepada warga, serta melakukan pemantauan intensif ketinggian air. "BPBD juga menyiapkan tenda pengungsian dan perahu polythene untuk membantu masyarakat yang berpotensi terdampak lebih awal," ujar rilis Tim TRC BPBD Mahulu.

Pemantauan terbaru menunjukkan tren kenaikan muka air yang signifikan. BPBD Mahakam Ulu terus berkoordinasi dengan Pusdalops Provinsi Kaltim dan BNPB, serta mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas terkait.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....