PMKRI Maumere Desak Kejaksaan Tuntaskan Dugaan Korupsi

  • 04 Sep 2025 14:12 WIB
  •  Ende

KBRN, Sikka : Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere kembali turun ke jalan, Senin (1/9/2025), menggelar aksi demonstrasi menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Sikka. Aksi tersebut menyasar dua institusi penegak hukum, yakni Polres Sikka dan Kejaksaan Negeri Sikka.

Sekitar 50 orang aktivis mahasiswa terlibat dalam aksi damai yang berlangsung tertib dan dijaga ketat aparat keamanan dari Polres Sikka, Kodim Sikka, dan Lanal Maumere. Mereka membawa tiga spanduk besar, salah satunya bertuliskan tajam “Sikka Darurat Korupsi”.

Koordinator aksi yang juga Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere, Johan De Brito Papa Naga, menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk keprihatinan atas lemahnya penegakan hukum. Ia menegaskan, mahasiswa datang bukan untuk membuat kekacauan, tetapi untuk menggugah kesadaran bersama.

“Hari ini kami datang untuk melawan ketidakpedulian dan mengingatkan bahwa korupsi telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Sikka,” ujar Rito Naga dalam orasinya yang disambut sorakan solidaritas dari peserta aksi. Ia menambahkan, korupsi adalah bentuk kekerasan struktural terhadap rakyat kecil.

Dalam orasi yang berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Rito Naga menyebut dua kasus dugaan korupsi yang hingga kini belum dituntaskan. Pertama, dana hibah tahun 2021 kepada Perumda Air Minum Wair Puan, dan kedua, dana jasa penanganan Covid-19.

PMKRI Maumere menilai penanganan dua kasus tersebut berjalan sangat lambat dan tidak transparan. Mereka menyebut hal itu sebagai bukti hukum belum sepenuhnya berpihak kepada keadilan rakyat di Kabupaten Sikka.

Menurut Rito, lembaga penegak hukum seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas korupsi. Namun kenyataannya, kata dia, kasus-kasus besar justru seperti dibiarkan mengendap tanpa kepastian hukum.

PMKRI mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Henderina Malo, untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan dua kasus tersebut. Mereka mengultimatum akan menduduki kantor kejaksaan jika tidak ada tindak lanjut yang jelas dalam waktu dekat.

“Kami tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar hadir. Jika perlu, kami akan terus duduk di sini bersama rakyat yang menuntut keadilan,” ujar Ketua PMKRI Maumere lantang dalam aksi tersebut.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di dua titik itu mendapat apresiasi karena berjalan damai dan tertib. PMKRI menegaskan bahwa gerakan mereka tidak akan berhenti pada aksi ini saja, melainkan akan terus berlanjut hingga korupsi benar-benar diberantas dari Nian Tanah tercinta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....