Sebanyak 39 Relawan Ikuti Pelatihan Kaji Cepat Bencana

  • 15 Agt 2025 16:31 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Sebanyak 39 anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan Samarinda mengikuti Pelatihan Kaji Cepat Bencana selama lima hari, sejak Senin (11/8/2025) hingga Jumat (15/8/2025). Pelatihan ini resmi ditutup Jumat pagi di salah satu hotel yang ada di Samarinda.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Samarinda, Masran Daduy Zentra mengatakan, pelatihan perdana ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan melakukan kajian cepat saat terjadi bencana. Mayoritas peserta berasal dari BPBD, dan sebagian merupakan Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (HIMAPA) Universitas Mulawarman, dan Kelurahan Tangguh Bencana.

“Selama lima hari kegiatan ini kita laksanakan. Alhamdulillah berjalan baik dan lancar. Memang untuk saat ini yang kita latih kebanyakan memang dari BPBD itu sendiri,” ujar Masran. Ia menambahkan, ke depannya pelatihan ini akan kembali digelar dengan menyasar peserta yang lebih beragam.

Sebanyak empat orang pemateri didatangkan untuk mengajar para peserta Pelatihan Kaji Cepat Bencana Pelatihan. Pemateri tersebut, yakni perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jajat Sudrajat, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Samarinda, Ifran, Analis Kebencanaan BPBD Samarinda, Hamzah Umar, dan perwakilan BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Novi Kurnia.

Kurikulum yang diberikan disusun secara sistematis dengan metode learning by doing. Selama lima hari, peserta menerima materi dasar-dasar kebencanaan, penanggulangan bencana, kaji cepat bencana, hingga simulasi perencanaan dan pelaporan kejadian di lapangan.

“Tujuannya adalah agar mereka bisa melakukan kajian di lapangan. Jadi setiap kali kejadian bencana, apa sih yang harus dilakukan? Tidak hanya info ke grup media dan sebagainya. Ternyata ada SOP-nya,” ucap Hamzah, salah satu pelatih.

Dua peserta dari BPBD, Yusman dan Herry, mengaku pelatihan ini memberi pengalaman dan bekal penting dalam menangani darurat bencana.

“Pelatihan ini diperlukan untuk penghitungan kerugian dan sebagainya pada saat terjadi bencana,” ujar Herry.

“Dan bagi kami BPBD sangat perlu, karena kita juga merupakan unsur pentahelix,” kata Yusman, menambahkan. (Chella Defa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....