Warga Jumpong Bondowoso Swadaya Bangun Jembatan Bambu

  • 13 Agt 2025 15:51 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso: Warga Desa Jumpong, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Jawa Timur, bergotong royong membangun jembatan alternatif dari bambu. Aksi ini dilakukan karena jembatan penghubung antara Desa Tangsil Wetan dan Desa Jumpong yang rusak akibat banjir pada Desember 2024, belum juga diperbaiki.

Jembatan darurat tersebut dibangun sepenuhnya dari swadaya masyarakat. Warga mengumpulkan bambu, kawat, dan paku secara urunan demi menyediakan akses yang lebih cepat. Tanpa jembatan ini, warga harus memutar jauh melalui Dusun Wonosroyo.

Plt Kepala Dinas Bina Marga, SDA, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Anshori, menjelaskan bahwa di kawasan tersebut terdapat dua infrastruktur rusak akibat bencana, yakni jalan raya di Desa Traktakan, Pasarejo Wonosari dan jembatan penghubung Tangsil Wetan, Jumpong.

Namun, karena keterbatasan anggaran, perbaikan tahun ini hanya difokuskan pada jalan raya yang putus, dengan proses pengadaan sudah berjalan. Sedangkan pembangunan kembali jembatan akan diusulkan pada 2026 dengan estimasi anggaran Rp 4 miliar.

"Itu kan sama-sama akibat bencana. Anggaran kebencanaan yang digunakan untuk perbaikan," jelas Anshori, Rabu (13/8/2025).

Ia menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah membangun jembatan darurat. "Kami atas nama dinas dan pemerintah kabupaten menyampaikan banyak terima kasih pada warga," ungkapnya.

"Iya swadaya masyarakat, minta-minta ke masyarakat yang punya bambu,"kata Ahmad, warga Desa Jumpong.

Menurut Ahmad, warga setempat mengatakan bahwa keberadaan jembatan alternatif sangat penting, terutama bagi anak sekolah dan warga yang bekerja. Harapannya, pemerintah segera memperbaiki jembatan permanen agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Tangsil Wetan, Safi mengatakan bahwa jembatan bambu tersebut bisa dilintasi sepeda dan pejalan kaki. Pantauan di lapangan, jembatan berukuran sekitar 1 meter lebar dan 50 meter panjang ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Pengendara dari arah berlawanan harus bergantian untuk melintas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....