Wabup Mabar Dorong Pertanian Organik Pasok Dapur MBG
- 11 Agt 2025 07:41 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mendorong pengembangan pertanian organik agar tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur MBG, tetapi juga menjadi daya tarik wisata dan pintu ekspor produk hortikultura dari Labuan Bajo. Hal itu disampaikannya saat memanen sayur organik di lahan Stasi Merombok, Desa Golo Bilas, Paroki Katedral Labuan Bajo, bersama Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, Sabtu (9/8/2025) sore.
Program pertanian organik ini merupakan hasil kerja sama Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Labuan Bajo dan Yayasan Mitra Organis Program yang dibina oleh Astra. Wabup Yulianus menyambut baik langkah tersebut dan berharap agar program ini akan membantu perekonomian petani sekaligus menjadi pemasok utama dapur MBG di Manggarai Barat.
“Tiga dapur MBG baru akan segera beroperasi di Wai Mata, Golo Koe, dan Mbrata, melayani total sekitar 9.000 anak. Kebutuhan sayur, telur, dan daging akan meningkat, dan kita ingin memenuhinya dari petani lokal,” ujarnya.
Ketua Komisi PSE Keuskupan Labuan Bajo, RD. Yuvens Rugi, mengatakan pihaknya akan memanfaatkan lahan-lahan keuskupan di berbagai paroki untuk pertanian organik. Selain di Merombok, lokasi potensial lainnya ada di Wae Bangka (Lembor) dan Indrong.
Ketua Yayasan Mitra Organis Program, Jhon Tumiwa, menambahkan bahwa petani akan dibina untuk mendapatkan sertifikasi organik berstandar internasional Amerika, Eropa, dan Jepang, dengan target jangka panjang menembus pasar ekspor. “Labuan Bajo punya pasar jelas, yakni restoran dan hotel. Lokasi ini bisa menjadi showcase bagi wisatawan, tempat mereka melihat langsung proses budidaya, membeli produk, bahkan mengirimnya langsung ke luar negeri,”katanya
Di lahan Merombok, akan ditanami 17 jenis sayuran, termasuk pakcoy, zukini, selada, cabai, tomat, dan wortel. Seluruhnya ditargetkan memenuhi standar kualitas hotel, restoran, dan pasar ekspor.
Dengan dukungan pemerintah daerah, gereja, dan mitra swasta, Manggarai Barat berpeluang besar menjadi pusat pertanian organik yang tak hanya menghidupi masyarakat lokal, tetapi juga mengangkat nama daerah di kancah internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....