Kenapa Awan Berat Tak Pernah Jatuh ke Bumi?
- 30 Jul 2025 06:38 WIB
- Ende
KBRN,Ende: Awan bisa mengandung ratusan ribu kilogram air, namun tidak jatuh ke bumi begitu saja. Fenomena ini dijelaskan melalui proses fisika atmosfer yang menjaga kestabilan posisi awan di langit.
Mengutip NASA Earth Observatory dan National Center for Atmospheric Research (NCAR), awan jenis cumulus dapat mengandung lebih dari 500.000 kilogram air. Jumlah itu setara dengan berat 100 ekor gajah yang mengambang di udara.
Meski berat, tetesan air dalam awan sangat kecil dan tersebar sebagai uap mikroskopis. Arus udara naik (updraft) membantu mendorong uap ini tetap mengambang dan tak langsung turun ke permukaan bumi.
Saat kandungan uap bertambah dan bergabung membentuk tetesan air besar, gaya gravitasi mulai bekerja. Proses ini menyebabkan hujan, bukan awan yang jatuh utuh, melainkan turunnya butir air karena tak lagi mampu ditahan udara.
Secara ilmiah, hujan terjadi ketika tetesan air dalam awan menjadi terlalu berat untuk dipertahankan di atmosfer. Ketika gaya gravitasi lebih besar daripada gaya angkat udara, tetesan air akan turun ke tanah sebagai hujan.
Fenomena ini memperlihatkan betapa sistem atmosfer bumi bekerja secara seimbang. Dengan begitu, meski langit membawa ratusan ton air, manusia tetap aman berkat hukum alam yang teratur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....