Festival Reba Ngada Tampil di Anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah

  • 21 Feb 2023 12:40 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende : Paguyuban Keluarga Besar Ngada Jakarta (PKBNJ) & Kantor Penghubung Provinsi NTT kembali menggelar Festival Reba atau pesta adat dan ritus keagamaan masyarakat Ngada di Jakarta.

Tahun ini merupakan tahun ke-9 penyelenggaraan acara Festival Reba Ngada di TMII. Festival Reba merupakan perayaan ucapan syukur atas penyelenggaraan Dewa menurut kepercayaan masyarakat Ngada yakni Dewa Zeta Nitu Zale, yaitu kepercayaan terhadap wujud tertinggi oleh masyarakat Ngada yang sudah dilakukan sejak ribuan tahun silam.

Kepada RRI dalam wawancara Florata Pagi, Wakil Gubernur NTT, Drs. Yosef A. Nae Soi, M.M mengatakan seharusnya perayaan Reba wajib dilakukan di kampung adat masing-masing yaitu di Ngada, namun diluar prosesi sakral adatnya, bisa dilakukan dimana saja.

Kegiatan dibuka dengan Misa Inkulturasi Reba, yakni ritual yang dilakukan oleh masyarakat Ngada yang berisikan nyanyian, tarian Ja'i, serta doa-doa.

Terdapat tiga tahap dalam perayaan Reba, yakni pertama Kobe Dheke tahap pertama ini juga kerap disebut sebagai peristiwa warga Ngada kembali ke rumah induk. Semua warga anggota suku yang berada di mana saja diharapkan datang dan masuk ke rumah induk saat ritual Reba dimulai.

Tahap kedua adalah Kobe Dhoi. Tahap kedua ini ditandai dengan pengangkatan ubi atau uwi tinggi-tinggi. Tahap ketiga adalah Kobe Sui yang memiliki arti perkawinan. Pada tahap ini, nilai-nilai kehidupan dan kebijaksanaan seolah sedang ditancapkan kepada seluruh warga Ngada sehingga bisa bersatu padu.

"Pertama kita melakukan kombinasi dengan liturgi misa, lalu kita melakukan dengan tarian O Uwi bersama, terus kemudian makan bersama lalu menari, jadi Reba ini merupakan suatu ekspresi budaya ini kita harus bisa kita populerkan ke seluruh dunia, karena didalam pariwisata itu ada atraksi tradisional, oleh karena itu masyarakat Ngada yang ada di wilayah Jabodetabek melaksanakan perayaan itu dan saya menyambut baik bahkan menghadiri perayaan tersebut,"jelas Wakil Gubernur NTT.

Bagi masyarakat Ngada, perayaan ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati para leluhur, sekaligus menjadi kesempatan permenungan akan nilai-nilai luhur yang diwariskan pendahulu kepada generasi mendatang.

Selain dimeriahkan dengan tarian ja'i, yaitu tarian adat masyarakat Ngada yang kini populer di kalangan masyarakat NTT. Perayaan Reba juga dipenuhi dengan berbagai macam pata dela (petuah nan bijak Sang Leluhur) atau lese dhe peda pawe (penyampaian pesan kebijaksanaan hidup).

"Banyak sekali ekspresi budaya tradisional yang ada di Flores-NTT, maka dari itu saya selalu meminta kepada pemerintah daerah harus mendaftarkan hak Kekayaan Intelektual Komunal kepada Kementerian Hukum dan HAM supaya orang luar tidak mengklaim kalau itu milik mereka dan kemudian harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat," ujar Josef Nae Soi

Perayaan Reba juga merupakan salah upaya mempromosikan keanekaragaman budaya dan tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia, termasuk upaya mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Ngada untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dirinya mengapresiasi diaspora yang ada diluar wilayah, karena selalu mempopulerkan budaya tradisional di NTT. Dirinya berharap makin banyak masyarakat luas yang mengenal budaya NTT melalui kekayaan budaya yang dimiliki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....