Content Creator-Affiliator, Membangun Karier di Dunia Digital
- 01 Jun 2025 23:47 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah UIN Saizu Purwokerto mengadalan Talkshow How to be Content Creator and Affiliator 2025 di Auditorium UIN Saizu Purwokerto, Sabtu (31/5/2025). Menghadirkan dua pemateri, acara ini mengupas tentang dunia affiliator dan content creator, serta bagaimana membangun karier di dunia digital.
Pemateri pertama, Agung Rezkani, seorang affiliator sekaligus praktisi digital marketing di Banyumas, menyampaikan bahwa menjadi affiliator bukan hal yang sulit. Menurutnya, siapa pun bisa menjadi afiliator tanpa perlu modal besar, bahkan bisa dimulai tanpa modal sama sekali.
Ia membagikan pengalamannya yang mulai menekuni afiliasi TikTok sejak Februari 2025. Dalam waktu empat bulan, Agung mengaku berhasil meraih penghasilan tambahan hingga Rp5 juta hanya dari komisi penjualan produk yang dipromosikan melalui konten TikTok. Salah satu kuncinya adalah konsisten mengunggah video.
“Malam saya bikin video yang banyak dan sekalian di-edit. Kemudian di-upload satu (video) di pagi hari, satu di siang hari, dan satunya lagi di sore hari. Meski saya sambil kerja kantoran, itu tidak mengganggu jam kerja saya,” tutur Agung.
Agung menjelaskan bahwa menjadi afiliator tidak mewajibkan seseorang memiliki produk sendiri. Cukup mengambil video dari seller yang menyediakan fitur afiliasi, lalu mengedit ulang untuk menarik minat pembeli.
“Saya ambil video dari toko di TikTok Shop, tambahkan teks seperti ‘Gak nyangka harga semurah ini’, terus unggah ke akun saya. Kalau ada yang beli lewat link saya, saya dapat komisi,” kata Agung kepada RRI.
Namun, untuk menjadi afiliator TikTok, pengguna harus memiliki minimal 600 pengikut. Agung pun membagikan strategi sederhana untuk memenuhi syarat tersebut. Salah satunya dengan membuat video tiga kali sehari menggunakan audio yang sedang tren, disertai ajakan saling follow di caption dan tagar popular.
“Saya dan teman-teman bikin konten saling bantu tembus 600 followers. Kalau konsisten, dua hari juga bisa tembus. Tapi jangan beli followers karena akun bisa kena banned,” ujarnya.
Soal komisi, Agung menjelaskan bahwa besarannya bergantung pada jenis produk yang dipromosikan. Produk seperti pakaian pria, skincare, dan barang elektronik biasanya menawarkan komisi lebih tinggi, bahkan bisa mencapai Rp20.000 per penjualan. Namun, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan ketersediaan stok.
“Kalau produknya habis, promosi kita jadi sia-sia. Makanya harus rajin cek dan update link produk,” ujarnya.
Adapun terkait potensi, Agung meyakini bahwa dunia afiliasi akan semakin berkembang, seiring dengan meningkatnya tren belanja online dan penetrasi gadget di berbagai usia. Menurutnya, pekerjaan ini juga bisa dijalankan oleh siapa saja, termasuk mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pensiunan.
“Anak-anak sekarang sudah terbiasa pegang gadget. Ibu-ibu juga belanjanya online. Jadi peluang ini akan makin besar ke depan,” kata Agung.
Sementara itu, pemateri kedua, Hanan Fadhulloh, membagikan pengalamannya menjadi seorang content creator. Ia mengaku menekuni pekerjaan ini satu tahun yang lalu dan masih konsisten sampai sekarang.
“Awalnya saya iseng bikin konten, terus dapat tawaran endorse. Dari situ merambah ke endorsement lain. saya juga tetap konsisten posting video, entah tentang kuliner atau kegiatan main biasa,” ucap Hanan.
Sebagai kreator konten, Hanan saat ini masih fokus pada segmen food dan fashion. Penghasilannya sebagai content creator sebagian besar berasal dari endorsement. Namun, ia juga memanfaatkan afiliasi produk yang relevan, seperti skincare yang diulasnya, melalui platform seperti TikTok.
“Range sebulan kira-kira (penghasilannya) dua digit,” ujar Hanan yang enggan menyebut detail penghasilannya sebagai kreator konten.
Menurut Hanan, kunci sukses menjadi content creator adalah membangun personal branding yang kuat dengan membuat konten yang menarik dan berkualitas. Ia juga menekankan pentingnya memiliki visual yang menarik dan audio yang baik untuk membuat konten menjadi lebih menarik.
Hanan optimis bahwa prospek content creator di masa depan sangat cerah. Dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, content creator sangat dibutuhkan untuk mempromosikan produk-produk dan jasa.
"Sangat penting dan sangat berpeluang gitu. Soalnya semakin berkembangnya zaman, era digital kan semakin pesat. Semakin bagus gitu. Content creator sangat dibutuhkan,” tutur Hanan.
Bagi yang ingin memulai menjadi content creator, Hanan menyarankan untuk menemukan passion dan minat terlebih dahulu, Kemudian, coba-coba membuat konten tentang apa yang disukai dan terus berlatih untuk meningkatkan kualitas konten. Dengan kesabaran dan ketekunan, Hanan yakin bahwa siapa saja dapat menjadi content creator yang sukses. (FR).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....