Buruh Angkut Gabah Adu Kecepatan di Sawah Berlumpur dalam "Manol Gabah Championship" Banyuwangi

  • 08 Apr 2025 22:16 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Sebanyak 50 pembalap unjuk kebolehan di tengah lahan persawahan Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi dalam ajang balap unik bertajuk "Manol Gabah Championship" Senin dan Selasa (7-8/4/2025). Mayoritas peserta dalam perlombaan ini adalah para buruh angkut hasil pertanian setempat, yang akrab disapa "pemanol".

Di wilayah Songgon, para pemanol ini memiliki peran vital dalam mengangkut hasil panen gabah menggunakan sepeda motor dari area persawahan yang seringkali sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat. Mereka dengan cekatan membawa karung-karung berisi gabah melintasi jalur-jalur tanah di tengah sawah.

Ajang "Manol Gabah Championship" ini menyajikan sirkuit sepanjang 400 meter yang menantang, dibangun di atas lahan sawah dengan dominasi jalur tanah basah dan berlumpur. Setiap pembalap harus menaklukkan sirkuit sebanyak empat putaran.

Keunikan perlombaan ini terletak pada sistem balapnya. Pada dua lap pertama, para pemanol beradu kecepatan tanpa membawa beban. Namun, pada dua lap berikutnya, mereka diwajibkan mengangkut muatan berupa satu karung gabah seberat 60 kilogram di jok belakang motor mereka.

Ketua Panitia Manol Gabah Championship, Deni Wahyudi, menjelaskan sepeda motor yang digunakan dalam perlombaan ini adalah kendaraan operasional sehari-hari para pemanol, bukan motor balap yang dimodifikasi khusus. Ajang ini mempertemukan para pemanol asli dengan beberapa pembalap kelas lokal. Menariknya, lintasan yang digunakan adalah jalur yang biasa dilalui para pemanol saat bekerja.

"Untuk balapan pemanol ini, sepeda motor yang dipakai adalah kendaraan yang biasa mereka pakai untuk bekerja. Jadi bukan kendaraan modifikasi balap," ujar Deni, Selasa (8/4/2025).

Lebih lanjut, Deni mengungkapkan bahwa ide kompetisi ini muncul sebagai bentuk apresiasi terhadap peran penting para pemanol selama musim panen. Antusiasme terhadap "Manol Gabah Championship" tidak hanya datang dari para peserta, tetapi juga dari warga sekitar. Mereka berbondong-bondong memadati area persawahan untuk menyaksikan keseruan balapan unik tersebut.

"Saat kami sampaikan rencana untuk membuat turnamen ini kepada para pemanol, ternyata mereka antusias. Buktinya, para peserta bukan hanya berasal dari Kecamatan Songgon, tapi juga kecamatan lain sekitar, dengan hadiah yang disediakan dua ekor kambing dan uang tunai bagi tiga pembalap pemenang," ungkap Deni.

Melihat tingginya animo dari para pemanol dan masyarakat, Deni berharap ajang balap serupa dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....