Pelukis ArtOs Nusantara Mulai Rambah Dunia NFT
- 19 Jan 2023 18:42 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi : Para seniman lukis di Banyuwangi, anggota komunitas ArtOs Nusantara mulai memanfaatkan teknologi digital. Para pelukis ArtOs Nusantara tersebut berkolaborasi dengan para musisi kenamaan nasional untuk menjual karya bersama dalam bentuk aset digital non fungible token (NFT).
Founder ArtOs Nusantara Imam Maskun mengatakan, sampai dengan saat ini sudah ada empat belas karya dari sebelas pelukis ArtOs yang berkolaborasi dengan delapan penyanyi top Indonesia, seperti Once Mekel, Yuni Shara dan Shania. Dalam merambahn dunia NFT tersebut seniman ArtOs Nusantara bekerja sama dengan perusahaan entertainment dan teknologi StarX dan beberapa pihak lain dalam kolaborasi itu.
"Ini adalah wadah baru, ekosistem baru yang memungkinkan, para pelukis Banyuwangi bisa go Internasional, sehingga bisa membantu teman-teman pelaku seni," kata Imam Maskun, Kamis (19/1/2023).
Imam menambahkan, kolaborasi pelukis dan penyanyi untuk menjual karya dalam bentuk NFT merupakan yang pertama di Indonesia. Ia berharap, langkah itu dapat memotivasi para seniman dan musisi lain untuk bergabung memanfaatkan teknologi blockchain dalam memasarkan karya.
"Bagaimana seniman harus melek digital, Bagaimana bisa mendapatkan pendapatan melalui sharing dari royalti NFT," sambung Imam.
Untuk mendapatkan karya seniman ArtOs yang berkolaborasi dengan para penyanyi tersebut, dijual dalam platform improduction.io. Pembeli lagu-lagu tersebut akan mendapatkan bonus berupa lukisan NFT seniman ArtOs Nusantara. Salah satu contohnya, pembeli tembang "Tanda Tanda" yang dinyanyikan oleh Yuni Shara akan mendapatkan lukisan NFT berjudul "Bunga Asmara" buatan Suryantara.
Tak hanya seniman lukis, para musisi juga optimistis dengan proyek tersebut Once salah satunya. IA mengatakan seni musik sebenarnya sulit untuk masuk dalam teknologi blockchain. Dengan kolaborasi bersama para seniman, para musisi bisa turut ambil bagian.
"Saya percaya teknologi ini akan menjadi teknologi yang terus berkembang, sekalipun banyak yang belum mengenalnya," lanjut Once.
Kolaborasi semacam ini juga bakal membuka kesempatan bagi para musisi-perupa untuk menembus pasar dunia.
Sementara itu CEO StarX Irwan Wahyudianto menambahkan, blockchain dipilih sebagai sarana karena teknologi itu menawarkan transparasi dalam setiap transaksi. Transportasi ini, menjadi salah satu isu yang kerap ditemui oleh para seniman.
"Di dalam teknologi blockchain, tidak mungkin ada kecurangan. Dari sisi transaksi, tidak ada manipulasi," kata Irwan.
Terobosan baru ini juga memungkinkan para musisi dan seniman untuk memberi harga terhadap karya masing-masing. Ke depan, musisi-seniman dari dalam dan luar negeri juga bakal digandeng dalam proyek tersebut. Hal itu memungkinkan karena pasar penjualan lagu-NFT tak terbatas pada lokal, tapi juga internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....